Tak Pernah Sentuh Podium, Lorenzo Tetap Besar Kepala

Pembalap Tim Ducati, Jorge Lorenzo (depan)
VIVA – MotoGP Prancis hanya tinggal menghitung hari. Seluruh pembalap terus mempersiapkan diri bersama timnya untuk bisa maksimal di seri yang akan digelar akhir pekan ini. Tak terkecuali pembalap Tim Ducati asal Spanyol, Jorge Lorenzo.

Lorenzo mengaku sudah tak sabar untuk kembali ke lintasan setelah apa yang dialaminya di MotoGP Spanyol awal Mei 2018 lalu, saat itu, Lorenzo sempat menyodok ke posisi kedua sebelum mengalami kecelakaan bersama Dani Pedrosa dan Andrea Dovizioso.

Meski demikian, rider berusia 31 tahun ini mengatakan ada pelajaran penting yang diambil dari insiden di Sirkuit Jerez tersebut. Meski belum pernah merasakan naik podium musim ini dan tercecer di posisi 20 klasemen pembalap, mantan pembalap Tim Yamaha Movistar ini tetap merasa ia adalah salah satu pembalap tercepat di dunia.

“Setelah apa yang terjadi di Jerez, saya tidak sabar untuk balapan di Le Mans. Seperti yang saya katakan, ada sebuah informasi positif yang kami dapatkan setelah kecelakaan itu,” kata Lorenzo dikutip Motorsportweek.

“Kami bekerja dengan baik sepanjang akhir pekan. Dalam balapan, meskipun saya tidak memiliki kecepatan terbaik, saya menunjukkan bahwa saya adalah salah satu pembalap tercepat di luar sana. Dan, ini harus menjadi titik awal kami di setiap grand prix,” ujarnya.

Lorenzo punya ambisi untuk bisa bersaing di posisi terdepan di Le Mans. Ia mengaku sudah tak sabar untuk kembali turun ke lintasan, dan mencoba menjadi yang tercepat di Le Mans. Lorenzo ingin mengulang sukses lima kali menjuarai seri MotoGP Prancis, pada 2009, 2010, 2012, 2015, dan 2016.

“Tujuan di Le Mans akan sama seperti biasanya. Menjadi kompetitif sejak hari pertama (latihan bebas) dan mampu bertarung di depan dalam lomba. Saya penuh energi dan ingin balapan pada hari Minggu di sirkuit di mana saya telah banyak memenangkannya di masa lalu,” ucap Lorenzo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *