Target Tim Thomas-Uber Bak Dua Sisi Mata Uang

Tim Piala Thomas Indonesia
VIVA – Tim Indonesia yang akan berlaga di ajang Piala Thomas-Uber 2018 telah bertolak menuju Bangkok, Thailand. Di ajang ini, baik tim Thomas atau pun tim Uber sama-sama mengusung target tinggi, jadi yang terbaik dalam turnamen lambang supremasi bulutangkis beregu putra dan putri.

Tim Thomas dibebani capaian podium juara, sedangkan tim Uber dituntut menapaki babak semifinal. Target ini pun seolah jadi dua sisi “mata uang” berbeda.

Sebagai runner-up pada edisi sebelumnya dan pemilik gelar Badminton Asia Team Championships 2018, misi Anthony Ginting cs memboyong Piala Thomas tentunya jadi harga mati yang tak ditawar lagi.

Tak cuma itu. Tahun ini juga akan jadi momentum tepat untuk mengembalikan trofi yang pernah menjadi kebanggaan publik Tanah Air. Hal tersebut diungkapkan pengamat bulutangkis, Broto Happy Wondomisnowo.

“Peluang merebut Piala Thomas tetap ada. Kalau mau juara, syaratnya kita harus memiliki amunisi yang solid,” kata Broto kepada VIVA.

“Bisa juara dengan perjuangan ekstra keras, plus mengandalkan Dewi Fortuna, termasuk dalam undian perempat final. Di penyisihan grup, Korea dan Thailand tak bisa dipandang sebelah mata,” ujarnya.

Jika merunut dari pencapaian 3 edisi sebelumnya, maka tahun ini merupakan momentum tepat naik podium. Pada 2012 pencapaian tim Thomas berakhir di perempat final, 2014 di semifinal dan 2016 sebagai runner-up, maka tahun ini jika siklus meningkat prestasi itu terus berlanjut maka torehan juara akan jadi akhir yang sempurna.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *