Jangan Lewatkan Sahur Jika Ingin Tetap Bugar saat Puasa

Ilustrasi hidangan makan.
VIVA – Cuaca panas menjadi tantangan sendiri bagi mereka yang berpuasa namun harus terus beraktivitas di luar ruang. Untuk itu, ikuti beberapa tips dibawah ini agar tetap sehat menjalani puasa Ramadan di tengah cuaca panas, seperti dilansir Emirates Woman

Jangan lewatkan sahur

Hindari melewatkan waktu sahur. Dan ingat untuk mengkonsumsi makanan karbo yang diserap tubuh dengan lambat sehingga bisa memberi energi cukup lama sepanjang hari. 

Jika tak berselera makan, minumlah segelas susu, kacang dan kurma. Bagi yang senang makan berat, konsumsi daging ayam juga cukup ideal. Dan ingat untuk minum setidaknya dua hingga tiga gelas air untuk menghindari dehidrasi. 

Perlahan saat berbuka

Jus alpukat, kurma atau sup bisa dijadikan pilihan makanan untuk berbuka puasa. Campuran yang baik antara karbohidrat, protein, buah dan sayur juga harus dipertimbangkan dalam menu makanan. 

Ilustrasi berpuasa.

Penuhi vitamin B komplek

Konsumsi vitamin B komplek saat sahut bisa menjaga energi tetap bertahan lama selama menjalani puasa. 

Makanan yang harus dihindari

Hindari makanan yang digoreng, sangat pedas, asin, dna makanan yang mengandung banyak gula. Makanan manis justru bisa menyebabkan gangguan kesehatan seperti sembelit, kelebihan berat badan. 

Sementara makanan yang terlalu asin akan membuat tubuh menahan air dan memberi rasa kembung, sementara makanan pedas membuat haus.

Minuman

Hindari minuman tinggi kafein seperti kopi, teh, cokelat, soda. Hindari minum teh saat sahur. Minuman yang ideal adalah air, coba tambahkan irisan lemon, stroberi atau mint ke dalam gelas. 

Olahraga

Lakukan olahraga ringan untuk menjaga tubuh tetap sehat selama puasa. Apalagi saat cuaca panas seperti sekarang dimana tubuh bisa salah mengartikan kurangnya air sebagai rasa lapar dan menyebabkan orang mengkonsumsi lebih dari yang seharusnya. Jadi pastikan minum cukup air saat berbuka.

Disiplin

Dan karena Ramadan sebenarnya adalah latihan untuk mendisiplinkan diri, bagi mereka yang perokok, pecandu kafein, ini adalah kesempatan untuk menghentikan sementara kebiasaan tersebut, dengan harapan akan berlanjut meski bulan Ramadan berakhir. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *