Ribut-ribut Siapa Pemilik Debu Bulan

Jejak kaki Neil Armstrong di bulan
VIVA–Badan Antariksa Amerika Serikat sedang ribut dengan seorang perempuan dalam sengketa debu Bulan. Debu tersebut merupakan material yang bersejarah, sebab debu yang diributkan itu merupakan material yang dibawa oleh manusia pertama di Bulan, Neil Armstrong.

NASA berupaya memiliki debu Bulan yang ada dalam botol dari seorang perempuan bernama Laura Murray Cicco. Perempuan itu pun tak mau kalah untuk mempertahankan debu Bulan, sebab dia mendapatkan debu tersebut langsung dari Armstrong.

Dikutip dari laman RT, Senin 11 Juni 2018, merasa terancam kehilangan debu Bulan miliknya, Cicco menggugat NASA ke Pengadilan Distrik Amerika Serikat di Kansas pekan lalu. Cicco melayangkan gugatan itu untuk mencegah badan antariksa pemerintah AS merebut debu Bulan dari tangannya.

Selama ini NASA mengklaim semua material yang dibawa dari Bulan merupakan milik pemerintah AS. Namun Cicco merasa debu Bulan yang ia dapatkan itu sahih.

Dokumen Pengadilan Distrik Kansas (www.kansascity.com)

Cicco mengisahkan, dia mendapatkan debu bersejarah lantaran ayahnya, Tom Murray, merupakan karib Armstrong. Kala itu dia berusia 10 tahun, dia diberi botol kecil berisi debu oleh ibunya.

Murray dan Armstrong menjadi teman karib saat mereka tinggal di Cincinnati, Ohio, AS. Di wilayah itu, Armstrong mengajar di Department of Aerospace Engineering Universitas Negeri Cincinnati, AS.

Debu Bulan itu diberikan Armstong ke Murray disertai dengan catatan agar diberikan kepada anaknya, Laura Cicco. Pada catatan tersebut tertulis, 'To Laura Ann Murray-Best of Luck-Neil Armstrong Apollo 11,'.Tanda tangan pada catatan itu setelah diuji oleh para ahli menunjukkan asli dari Armstrong.

“Laura diberi barang ini oleh Neil Armstrong. Jadi debu Bulan itu menjadi miliknya dan kami ingin menetapkannya secara hukum,” ujar pengacara Cicco, Chris McHugh kepada Kansas City Star.

Dokumen Pengadilan Distrik Kansas (www.kansascity.com)

Menurut Kansas City Star, pengujian konten pada botol kecil debu Bulan menunjukkan material itu memang asli. Perusahaan analitikal The Bruker Corporation mengatakan hasil pengujian spektroskopi difraksi sinar-X material itu menunjukkan sampel milik Cicco sama dengan profil debu Bulan. Tapi, pengujian spektroskopi pijar sinar-X menunjukkan komposisi kimia tak konsisten dengan material Bulan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *