Resoinangun Garden, Spot Cantik di Yogyakarta untuk Swafoto

Resoinangun Garden di Yogyakarta
VIVA– Siapa bilang berwisata ke Pantai Selatan Yogyakarta hanya bisa menikmati keindahan laut dan seafood? Kini wisatawan yang berkunjung ke Pantai Selatan Yogyakarta juga bisa menikmati keindahan kebun bunga yang jumlahnya sudah mencapai sekitar 20 kebun di tepi Jalur Jalan Lintas Selatan(JJLS) Pulau Jawa.

Kebun bunga yang dirintis oleh warga Dusun Ngepet dan Dusun Tegalsari, Desa Srigading, Kecamatan Sanden, Kabupaten Bantul, Yogyakarta yang dibuat sekitar enam bulan lalu, saat ini sedang mekar-mekarnya, terutama bunga matahari. Bunga selosia yang daunnya berwarna kuning dan merah semakin menambah kecantikan kebun bunga, indah untuk berswafoto bersama keluarga, teman ataupun pacar.

Salah satu kebun bunga yang cukup luas, menyediakan spot-spot dan aksesori unik untuk berswafoto, seperti becak bunga, sepeda bunga, lampion hingga kursi dari bambu yang layak untuk dicoba. Kebun itu bernama Resoinangun Garden yang terletak di Dusun Tegalsari.

Kebun dengan luas sekitar 5.000 meter persegi ini dipenuhi dengan bunga matahari, selosia, kenikir hingga bunga kertas sedang mekar-mekarnya. Bunga-bunga tersebut terlihat indah dari JJLS, apalagi untuk dikunjungi.

Feri pemilik sekaligus perintis Resoinangun Garden mengaku mulai menanam bunga di lahan persawahan milik orangtuanya sekitar tiga bulan yang lalu, termasuk menghadirkan becak bunga hingga kursi untuk berswafoto.

“Daripada saya menganggur, kemudian mengubah lahan persawahan menjadi kebun bunga yang jauh lebih menghasilkan pendapatan,” kata Feri saat ditemui VIVA di Resoinangun Garden, Senin 11 Juni 2018.

Resoinangun Garden di Yogyakarta

Usaha kebun bunga ini pun kini banyak dikunjungi wisatawan saat akhir pekan. Bisa lebih dari 100 wisatawan yang datang untuk berswafoto per hari di akhir pekan.

“Kalau hari biasa paling hanya puluhan wisatawan dan kebanyakan dari warga lokal Yogyakarta saja,” ucapnya.

Dibandingkan kebun bunga lainnya, Feri mengatakan bahwa kebun bunga yang dirintisnya sudah memiliki fasilitas standar obyek wisata, seperti warung makan dan kamar mandi.

“Kebetulan kebun jadi satu dengan warung makan yang juga menyediakan fasilitas kamar mandi. Sedangkan di kebun bunga lainnya untuk sekadar buang air kecil saja susah,” kata dia.

Meski enggan mengungkapkan modal untuk membangun kebun bunga tersebut, namun menurutnya, modalnya sudah mulai tertutupi dari tiket masuk hingga parkir kendaraan. Adapun tiket masuk Rp5.000 per orang dan parkir sepeda motor Rp2.000.

“Yang paling mahal itu ide kreatif yang tidak bisa dinilai dengan uang,” ucapnya.

Feri pun berharap pada masa libur Lebaran tahun ini akan banyak wisatawan yang datang ke kebun bunganya. Dengan demikian, bisa mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.

Sementara Kiki, salah satu wisatawan mengaku puas berswafoto dengan spot-spot yang cantik di kebun bunga milik Feri.

“Banyak spot yang cukup menarik untuk berswafoto dengan luas kebun yang kurang dari setengah hektar ini,” ujarnya.

Namun untuk masuk ke kebun bunga, wisatawan harus membayar retribusi masuk obyek wisata Pantai Samas karena kebun bunga ini berada di kawasan obyek wisata Pantai Samas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *