Rocky Mountain Express, Sensasi Liburan di Pegunungan Kanada

Rocky Mountain Express
VIVA– Bagi mereka yang sangat menggemari kereta api atau yang senang meresapi sebuah perjalanan, saat ini IMAX memiliki film yang layak untuk ditonton, yakni 'Rocky Mountain Express'.

Film garapan Stephen Low ini dengan vulgar memperlihatkan keindahan alam pegunungan Rocky Kanada, yang akan menyegarkan mata para penontonnya.

Cerita dalam film ini pun dibalut dengan kisah konstruksi kereta api di Kanada pada akhir 1800-an, sambil menelusuri kemajuan ke wilayah barat dari Vancouver, hingga menjelajahi hamparan pegunungan yang terlihat nyaris tak dapat dilalui.

Selain itu, penonton juga akan dihibur dengan berbagai cuplikan close-up dari mesin uap bersejarah, yang telah dipulihkan dengan indah beradu dengan kualitas gambar berkelas dan memukau yang disuguhkan oleh IMAX.

Bahkan, di sela-sela pemandangan indah itu juga diselingi dengan rekaman gambar bersejarah dari kesulitan yang dihadapi oleh para pekerja kereta api, dan sejumlah deskripsi serta prestasi teknik yang diperlukan untuk membangun trek mendaki gunung.

Apalagi, film ini seakan membawa para penonton untuk ikut menjadi penumpang 'Rocky Mountain Express' di salah satu gerbongnya, dengan musik latar yang indah di sejumlah adegan perjalanan dalam film ini.

Jika tak percaya, silahkan dengar salah satu original soundtrack dari film ini yang berjudul 'Five-Hundred Miles', yang dibawakan oleh Peter, Paul and Mary di menit ke-28 dari film ini.

Bayangkan lagu itu diputar mengiringi tayangan menyejukkan dari hamparan hutan pinus dan lembahnya, danau berlatar belakang pegunungan Rocky, bahkan keheningan gubuk-gubuk kosong di tengah hamparan ilalang menguning sebagai bagian dari dokumenter tersebut.

Film berdurasi sekitar 45 menit ini dikategorikan dan diberi peringkat G atau 'General Audiences', yang berarti cocok untuk semua kalangan usia. Bahkan, sejumlah portal film pun sangat merekomendasikan 'Rocky Mountain Express' ini bagi para penggemar kereta api usia dua hingga 100 tahun, serta siapapun yang menyukai tampilan pemandangan alam nan indah berbalut musik merdu.

Namun, yang harus diperhatikan para orang tua jika ingin membawa buah hati mereka yang masih balita untuk menonton film ini adalah masalah volume suara dari beberapa adegan kereta uap yang terdengar cukup keras.

Sehingga, bagi mereka yang sangat sensitif terhadap suara kencang, mungkin akan menemukan beberapa momen yang dirasa terlalu keras untuk mereka dengar di telinganya. Tapi di sisi lain, efek yang ditimbulkan dari hal itu justru akan semakin membawa penonton pada suasana asli di dalam gerbong-gerbong 'Rocky Mountain Express' itu sendiri.

Lebih jauh, alih-alih sebagai sebuah film dokumenter yang mengangkat sejarah konstruksi kereta api di Kanada pada akhir 1800-an silam, film ini setidaknya juga bisa menjadi semacam terapi relaksasi berbentuk audio-visual, yang memanjakan mata dan telinga para penontonnya untuk merasakan sensasi berlibur di rangkaian pegunungan Rocky.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *