Nuruzzaman Mundur, Fadli Zon: Dia Enggak Pernah Aktif

Wakil Ketua Umum Gerindra dan Wakil Ketua DPR Fadli Zon
VIVA– Politikus Gerindra, Mohammad Nuruzzaman, menyatakan mundur dari partainya dan siap menggembosi Gerindra di Pemilu 2019. Sikap Nuruzzaman ini karena sebagai kemarahan atas pernyataan Fadli Zon, yang dinilai menghina anggota Dewan Pertimbangan Presiden sekaligus Katib Aam Suriyah, Yahya Cholil Staquf .

Merepons sikap Nuruzzaman, Fadli Zon tak ambil pusing. Ia menjawab santai kalau Nuruzzaman di Gerindra tak pernah aktif.

“Dia bukan wakil sekjen, enggak pernah aktif, dan memang mau pindah partai,” kata Fadli Zon dalam pesan singkatnya kepada VIVA, Rabu, 13 Juni 2018.

Kemarahan Nuruzzaman berawal kicauan Fadli Zon di Twitter yang mengkritik Yahya Staquf berkunjung ke Israel. Status Yahya sebagai anggota Wantimpres menjadi persoalan.

Fadli mengingatkan lagi bahwa sikap Yahya Staquf yang mengunjungi Israel tak bisa dibenarkan. Ia menekankan kunjungan Staquf merusak reputasi politik Indonesia di mata internasional. Meskipun Staqufberdalih atas pribadi dalam kunjugan tersebut.

“Pembelaan Staquf yang mengklaim kunjungannya dalam kapasitas pribadi, jelas tak dapat diterima,” ujar Fadlii.

Dia menegaskan Staquf merupakan penasihat presiden yang berada di posisi sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden. Posisinya setingkat menteri yang berarti juga pejabat negara.

“Dan jabatan tersebut selalu melekat, tak bisa dipisahkan. Artinya, sebagai pejabat negara sikap politik luar negerinya, harus tunduk pada konstitusi dan UU No.37/1999 tentang Hubungan Luar Negeri. Tak boleh keluar dari koridor tersebut,” tuturnya.

Baca: Wasekjen Gerindra Cabut karena Ucapan Fadli Zon soal Kiai NU

Sebelumnya, Nuruzzaman yang mengaku sebagai kader NU tersinggung dengan ucapan Fadli Zon yang disebutnya telah menghina Yahya Staquf. Bagi dia, figur Yahya merupakan kiai NU.

“Pertimbangannya, saya ini kan kader NU, seharusnya Pak Fadli Zon itu tabayyun (klarifikasi) dulu. Kemudian bisa konfirmasilah. Dia pasti tahu saya, (mestinya bertanya dulu) apa benar atau tidak. Tanpa tabayyun kemudian berkomentar agak sinis, itu menurut saya kurang baik,” kata Nuruzzaman saat dihubungi VIVA pada Selasa malam, 12 Juni 2018.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *