Kelakuan Astronaut di Bulan Ternyata Bikin Masalah Serius

Eugene Cernan di permukaan Bulan
VIVA–Ternyata, ekspedisi manusia ke Bulan menyebabkan suhu permukaan satelit Bumi itu naik. Hal ini dibuktikan, dengan naiknya temperatur Bulan pada periode misi Badan Antariksa Amerika Serikat atau NASApada1970-an. Kenaikan suhu permukaan Bulan itu dianggap sebagai masalah yang serius.

Pada 1971 dan 1972, NASA mengirimkan misi Apollo 15 dan 17 untuk mengukur suhu permukaan dan bawah permukaan. Dalam misi tersebut, astronaut memasang sensor di permukaan Bulan untuk mengukur suhu permukaan. Data tersebut dikumpulkan hingga 1977, sampai saat itu sensor memperlihatkan kenaikan suhu permukaan secara bertahap.

Sayangnya, seperti dilansir laman CBC, Rabu 13 Juni 2018, karena proyek ini berhenti di tengah jalan dan ada beberapa laporan yang hilang, membuat para peneliti tidak bisa menganalisisnya lebih lanjut.

Senior Staf Peneliti di Lunar and Planetary Institute, Walter Kiefer menyatakan, belakanganarsip yang hilang sudah ditemukan belum lama ini di Arsip Nasional. Ia bersama rekannya memulihkan arsip dan menginterpretasi data-data tersebut.

Hasilnya menunjukkan, beberapa daerah di bawah permukaan bulan, sedalam tiga meter, meningkat suhunya dari 1,6 derajat celsius menjadi 3,5 derajat celsius. Peningkatan suhu ini terjadi selama enam tahun, saat periode misi pada 1970-an tersebut.

Kelakuan astronaut

Apa yang menyebabkan naiknya suhu permukaan Bulan, ternyata usut punya usut karena kelakuan astronaut di Bulan.

Bulan terdiri dari dua batuan, yaitu anorthosite berwarna Bulan menjadi cerah, sedangkan batuan basalt ada di bagian gelap Bulan. Dengan kata lain, bagian cerah Bulan yang tampak dari Bumi komposisinya adalah batuan anorthosite. Sedangkan sisi gelap Bulan, utamanya terdiri dari batuan basalt.

Ilustrasi permukaan Bulan, hasil rekaan tim Badan Antariksa Eropa (ESA).

Permukaan yang cerah dari Bulan memantulkan lebih banyak energi keluar, sedangkan permukaan yang gelap menyerap energi.

Penelitian yang memakai kamera beresolusi tinggi mengungkapkan, saat astronaut berjalan dan berkendara di Bulan, mereka merusak tanah Bulan anorthosite atau regolith, bagian atas tanah dimulai dari bagian atas batu-batuan yang telah mengalami pelapukan.

Kelakuan astronaut di Bulan itu berdampak mengekspos tanah di sisi gelap Bulan. Konsekuensinya tanah sisi gelap Bulan itu menyerap lebih banyak energi matahari, menyebabkan suhu Bulan bisa naik.

Memang pada akhirnya tidak ada efek besar pada Bulan, akibat dari kenaikan suhu permukaannya. Namun, hasil penelitian ini bisa jadi pengingat aktivitas manusia di luar angkasa dapat mengganggu lingkungan yang telah terisolasi selama miliaran tahun. Temuan ini bisa menjadi informasi dan pedoman berharga untuk misi Mars di masa mendatang.

“Efek keseluruhan pada Bulan dari (kelakuan) ratusan orang tidak menjadi masalah besar. sepanjang tidak panas lebih dari dua derajat dari kondisi saat ini,” ujar Kieffer.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *