Dua Petugas Tol Cipali Tewas Bertugas, Menhub Beri Santunan

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.
VIVA – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi turut menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya dua petugas tol Cipali saat bertugas pada arus mudik lebaran. Ia menyatakan pemerintah akan memberikan santunan untuk keluarga korban.

“Saya turut berduka atas berpulangnya dua orang petugas di Cipali. Kemenhub sebagai tanda simpati berikan beasiswa untuk anak-anaknya,” kata Budi saat meninjau arus mudik di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Rabu, 13 Juni 2018.

Budi menuturkan santunan pemerintah kepada korban diberikan melalui PT Jasa Raharja (Persero). Bantuan tersebut telah diberikan oleh pemerintah.

“(Bantuan) dengan nilai yang sama dengan (santunan) Jasa Raharja,” katanya.

Selain menyampaikan duka, Budi juga mengimbau agar pengemudi maupun petugas di lapangan untuk senantiasa berhati-hari selama arus mudik dan balik lebaran. Khususnya di jalan tol di mana jumlahnya meningkat drastis jelang lebaran.

Sementara Direktur Utama Jasa Raharja, Budi Raharjo menambahkan santunan kepada keluarga petugas atau ahli waris masing-masing senilai Rp50 juta. Bantuan itu diberikan kemarin serta hari ini.

Sejak tujuh hari jelang lebaran hingga hari ini, Budi menjelaskan PT Jasa Raharja telah menyalurkan santunan senilai Rp58,7 miliar. Hal itu sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam memperhatikan korban luka maupun meninggal dunia.

Selain itu, ia berkomitmen untuk tidak tebang pilih dalam membayarkan uang santunan, bahkan petugas Jasa Raharja justru jemput bola dan proaktif saat memberikan santunan.

“Setiap hari kita ada proses pembayaran. Sekali lagi. Kami (PT Jasa Raharja) juga turut berduka karena ada dua rekan yang meninggal di tol Cipali kemarin,” katanya.

Dua petugas tol Cipali yang meninggal masing-masing Uus Rustiana (44 tahun), seorang petugas derek asal Tasikmalaya serta Fahmi Hasyim (26 tahun) seorang pekerja patroli asal Kabupaten Majalengka. Keduanya bekerja di PT Lintas Marga Sedaya (LMS).

Mereka tewas tertabrak mobil minibus dari arah Jakarta menuju Cirebon di KM 126 pada Selasa, 12 Juni 2018 sekitar puul 12.00 WIB. Saat itu keduanya tengah menangani mobil pemudik yang mogok dengan menderek. Nahas, kendaraan sedan Chevrolet bernopol B 1192 tiba-tiba menabrak keduanya setelah mobil sempat oleng ke kiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *