Bank Sentral AS Kembali Naikan Suku Bunga Acuannya

Gubernur The Fed, Gerome Powell
VIVA–Federal Reserve atau bank sentral AS kembali menaikkan suku bunga acuannya pada Rabu 13 Juni 2018. Langkah tersebut menandakan bahwa kondisi ekonomi AS lebih baik dari kondisi resesi pada 2007-2009 lalu.

Dikutip dari Reuters, pada Kamis 14 Juni 2018, The Fed menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin menjadi 1,75 persen hingga 2 persen. Bank Sentral AS juga menyatakan akan menaikkan empat kali suku bunga acuan untuk merangsang ekonomi.

“Perekonomian AS kini sudah berjalan dengan sangat baik, dan Fed akan menjaga tingkat inflasi di atas 2 persen,” kata Ketua Fed Jerome Powell dalam konferensi pers setelah rapat komite pasar terbuka the fed (Federal Open Market Committee).

Dia menuturkan, kenaikan suku bunga yang terus dijadwalkan diharapkan memelihara ekspansi, meningkatkan lapangan kerja dan mendorong target inflasi. Diperkirakan akan ada kenaikan suku bunga dua kali lagi hingga akhir 2018.

Sementara itu, dengan rencana kenaikan suku bunga tersebut Fed memproyeksikan pertumbuhan ekonomi AS akan tumbuh sebesar 2,8 persen pada tahun ini, sedikit lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya. Lalu pada 2019 akan tumbuh sekitar 2,4 persen.

Kemudian, untuk tingkat pengangguran diperkirakan akan semakin rendah dalam 18 tahun terakhir. Di mana pada 2018 diperkirakan akan turun menjadi 3,6 persen dari tahun sebelumnya sebesar 3,8 persen.

“Pasar tenaga kerja terus menguat, aktivitas ekonomi telah meningkat pada tingkat yang solid, pengeluaran rumah tangga meningkat, sementara investasi tetap terus tumbuh kuat,” kata The Fed dalam pernyataannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *