Tewaskan 15 Orang, KM Arista Cuma Kapal Pengangkut Ikan

Evakuasi korban KM Arista yang terggelam di perairan Makassar.
VIVA– Kantor Kersyahbandaran Utama Makassar, mengungkapkan bahwa kapal motor atau KM Arista yang tenggelam pada Rabu siang, 13 Juni 2018, bukan kapal penumpang. Kapal tersebut, merupakan kapal nelayan yang biasa digunakan untuk memuat ikan tangkapan.

KM Arista adalah kapal jenis Jolloro berbahan kayu dengan berat 6 gross ton dan bertolak dari pelabuhan rakyat Paotere pada pukul 12.30 WITA, dengan tujuan pulau Barrang Lompo. Dalam perjalanan, kapal tersebut tenggelam di perairan Pulau Khayangan.

Kepala Syahbandar Utama Makassar, Victor Viki Subroto mengungkapkan, KM Arista mengangkut penumpang yang berbelanja keperluan Lebaran di Makassar. Sebagian besar, penumpang merupakan warga Pulau Barrang Lompo.

“Tentunya, karena KM Arista itu bukan kapal penumpang, maka tidak ada manifest penumpang. Kapal tersebut berangkat tanpa SPB (Surat Persetujuan Berlayar) dan berangkatnya tanpa sepengetahuan kami selaku regulator di Pelabuhan,” kata Victor.

Pencarian korban KM Arista yang tenggelam di Pulau Kayangan, Sulsel.

Victor menambahkan, penggunaan kapal tidak sesuai peruntukkan sudah sering terjadi. Dia menyesalkannya, mengingat selama ini pemerintah terus menerus mensosialisasikan pentingnya keselamatan pelayaran kepada masyarakat.

Sejauh ini, belum ada kepastian soal jumlah penumpang KM Arista saat tenggelam. Namun, dari informasi pemilik kapal, diperkirakan ada 30 lebih penumpang.

“Kami tidak tahu berapa kepastian jumlah penumpang yang diangkut oleh kapal tersebut, karena tidak adanya manifest. Namun, kami terus melakukan pencarian korban kapal tersebut yang belum ditemukan,” ujar Victor.

Victor mengatakan bahwa pihaknya akan meningkatkan pengawasan terhadap aspek keselamatan kapal-kapal di Pelabuhan Makassar. Dia menegaskan, tidak ada toleransi terhadap kekurangan dalam pemenuhan aspek keselamatan pelayaran sebelum berangkat.

“Dengan adanya kejadian ini, tentunya kami prihatin dan menyampaikan turut berduka cita. Semoga ke depan, tidak lagi ada kecelakaan serupa. Tidak bosan-bosannya kami memberitahukan kepada masyarakat, agar selalu taati peraturan, jangan menggunakan kapal yang bukan peruntukkannya dan laporkan kepada petugas di lapangan bila ditemukan adanya kendala atau permasalahan,” kata Victor.

Tenggelamnya KM Arista menewaskan 15 orang. Sebanyak 22 orang ditemukan selamat. Saat ini, petugas gabungan Basarnas, Polair, dan TNI, masih berupaya mencari korban hilang lain yang diperkirakan berjumlah lima orang. (asp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *