Mudik Selesai, Jasa Marga Siap-siap Hadapi Arus Balik

Kendaraan pemudik memadati pintu tol Cipali Palimanan, Cirebon, Jawa Barat
VIVA – Arus mudik Lebaran 1439 Hijriah 2018 telah selesai. Hasil evaluasi untuk arus mudik tahun ini terbilang lancar. Kelancaran lalu lintas (lalin) selama arus mudik tidak lepas dari sinergi lintas sektoral baik kementerian, kepolisian maupun Badan Usaha Jalan Tol (BUJT).

AVP Corporate Communication PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Dwimawan Heru, mengatakan langkah selanjutnya adalah menyiapkan strategi untuk arus balik yang akan dimulai pada tanggal 17-21 Juni 2018. Untuk itu, Jasa Marga telah menyiapkan strategi khusus untuk menghadapi arus balik Lebaran. Adapun strategi yang disiapkan pertama pengaturan distribusi lalu lintas.

“Adanya penambahan hari cuti bersama dan program diskon tarif tol diharapakan dapat mengendalikan distribusi lalin, karena pengguna jalan tol memiliki pilihan waktu untuk arus balik,” kata Heru dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 14 Juni 2018.

Kedua mengoptimalkan kapasitas lajur, gerbang maupun tempat peristirahatan dan parking bay. Peningkatan kapasitas untuk rest area diantaranya melalui pemasangan alat Rest Area Monitoring System (RAMS) dan penambahan parking bay di Jalan Tol Jakarta-Cikampek.

Sedangkan untuk lajur, peningkatan kapasitas salah satunya melalui pemberlakuan contraflow di Jalan Tol Jakarta Cikampek atas diskresi kepolisian.

“Jalan Tol Jakarta-Cikampek memiliki dua wilayah pemberlakuan contraflow, yaitu wilayah timur mulai dari GT Cikarang Utama (km 30) hingga Km 65 dan wilayah barat mulai dari GT Cikarang Utama (km 30) hingga km 21,” ujarnya.

Ketiga yaitu optimalisasi di gerbang tol untuk transaksi telah disiapkan 15 mobile reader. Tak hanya itu, percepatan penanganan gangguan di lajur dilakukan untuk mengantispasi kepadatan di lajur yang disebabkan oleh adanya gangguan di ruas tol Jakarta-Cikampek.

“Maka tim dari Cabang Jakarta-Cikampek telah menyiapkan petugas siaga di lapangan, armada pendukung operasional dan tahun ini, Jasa Marga Cabang Jakarta-Cikampek menyiagakan dua motor patroli untuk memantau pemberlakuan contraflow,” katanya.

Berdasarkan hasil evaluasi, kepadatan yang sempat terjadi pada hari Selasa, 12 Juni 2018 atau di luar dari prediksi puncak arus mudik disebabkan karena adanya gangguan kendaraan di beberapa titik di lajur contraflow, sehingga memerlukan waktu penanganan yang cukup signifikan.

Untuk mengantisipasi agar gangguan tersebut tidak terulang kembali saat arus balik, Jasa Marga mengimbau kepada pengguna jalan tol untuk memastikan kelaikan kendaraan sebelum memasuki jalan tol.

“Untuk arus balik, kami telah mengantisipasi untuk titik rawan kepadatan, utamanya di Tempat Istirahat dan Pelayanan di km 62 dan km 42. Kami koordinasikan dengan pihak Kepolisian terkait pemberlakuan contraflow untuk mengantisipasi kepadatan jelang akses masuk rest area,” ujar Raddy R Lukman, General Manager Cabang Jakarta-Cikampek.

Selain itu, dalam arus balik, pemudik diharapkan dapat memanfaatkan jalur arteri baik itu Jalur Pantai Utara (Pantura), Jalur Tengah dan Jalur Pantai Selatan (Pansela) yang telah mantap. Sehingga kepadatan di jalan tol dapat diantisipasi.

Saat arus balik, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah menetapkan pembatasan kendaraan jenis truk melewati jalan tol mulai tanggal 22-24 Juni 2018.

Namun, untuk lebih meningkatkan efektivitasnya, mulai tanggal 18-20 Juni, Kemenhub juga akan menerbitkan imbauan untuk truk tidak melintas di jalan tol saat prediksi puncak arus balik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *