Peran Keluarga Terhadap Kelangsungan Bisnis Grup Bakrie Positif

Okder Pendrian dalam Sidang Terbuka Promosi Doktor.
VIVA– Peran keluarga atau family influence dalam bisnis dipandang memberi dampak positif terhadap kelangsungan perusahaan. Hal ini terlihat dari banyaknya bisnis keluarga yang mampu bertahan di atas 10 tahun, bahkan mampu berjalan turun temurun hingga tiga generasi.

Demikian disampaikan Direktur & CEO PT Bakrie Solusi Strategis (BSS), sekaligus Head of Human Capital & Office Support PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR), Okder Pendrian dalam Sidang Terbuka Promosi Doktor atas nama dirinya di Kampus Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia.

Disertasi berjudul “Studi Pengaruh Corporate Parenting Role dan Family Influence Terhadap Orientasi Kewirausahaan dan Inisiatif Stratejik serta Kinerja di Unit Bisnis pada Family Business Groups di Indonesia” ini berhasil mengantarkan Okder Pendrian memperoleh gelar doktor dengan predikat Cumlaude.

Okder berhasil mempertahankan disertasinya pada bidang Ilmu Manajemen di hadapan para penguji di Kampus Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, di Depok, Jawa Barat, Selasa 10 Juli 2018.

“Selama ini memang ada dua pendapat, yang satu mengatakan bahwa family influence dalam bisnis keluarga berdampak positif, sedangkan yang lain mengatakan sebaliknya. Tetapi, studi saya membuktikan yang pertama,” kata Okder.

Menurut Okder, penelitian ini menggunakan teknik structural equation model (SEM) dengan melibatkan 106 responden. Responden tersebut merupakan direksi, CEO dan manajemen senior anak-anak perusahaan yang berada di bawah 16 induk usaha (holding company).

“Responden penelitian ini mencakup direksi dan manajemen senior di unit-unit bisnis di Blue Bird Group, MNC Group, Sinar Mas Group, Kalbe Group, Bakrie Group, dan perusahaan-perusahaan keluarga lainnya,” urainya.

Lebih lanjut, Okder mengatakan, terdapat tiga dimensi penting yang membentuk family influence dalam sebuah bisnis keluarga. Yaitu, kekuatan keluarga (family power), pengalaman keluarga (family experience), dan budaya keluarga (family culture).

“Ketiga hal tersebut, bersama dengan pola pola asuh induk usaha terhadap unit-unit usahanya, memengaruhi tingkat entrepreneurial orientation dan kinerja family business secara keseluruhan,” terangnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *