Gunungan Sampah TPA Supit Urang Longsor, Pemulung Tertimbun

Gunungan sampah di TPA Supit Urang, Malang, Jawa Timur, Rabu, 11 Juli 2018.
VIVA–Seorang pemulung, Agus Sujarno, warga Dampit, Kabupaten Malang, tertimbun gunungan sampah di Tempat Pembuangan Akhir atau TPA sampah Supit Urang, Mulyorejo, Sukun, Kota Malang, Rabu 11 Juli 2018.

Korban tertimbun longsor, saat sedang mencari sampah di salah satu bukit tumpukan sampah di lokasi itu. Agus diketahui setiap hari bekerja sebagai pemulung di TPA Supit Urang.

Miskan, saksi mata mengatakan, longsor terjadi sekira pukul 13.00 WIB. Saat itu, Miskan dan Agus sedang memulung sampah. Tiba-tiba longsor datang, Miskan lari menyelamatkan diri, sedangkan Agus yang berada di bawah Miskan gagal menyelamatkan diri.

“Kami kan memulungnya di tebing, tiba-tiba longsor dan Agus di bawah. Saya sempat jatuh, tetapi saya tancapkan kayu, agar saya tidak jatuh. Nah, Agus yang ada di bawah lari, tetapi tidak terselamatkan dan tertimbun,” kata Miskan.

Setelah berhasil menyelamatkan diri, Miskan berlari ke warga dan memberitahu jika Agus tertimbun longsor. Warga kemudian melaporkan ke UPT TPA Supit Urang, lalu mencari Agus yang masih tertimbun longsor.

Lurah Mulyorejo, Syahrial Hamid menyebutkan, peristiwa ini baru pertama kali terjadi di TPA seluas 15 hektare ini. Ia mengungkapkan, sebagian besar pemulung di TPA Supit Urang merupakan warga Mulyorejo.

“Namun, setelah kami cek ternyata warga Dampit. Dua orang, satu selamat, satu tertimbun. Saat ini, tim SAR dan BPBD sedang melakukan evakuasi. Karena, sebenarnya area longsor adalah titik rawan, yang masih dalam proses pengerukan,” ujar Syahrial.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD) Kota Malang, J Hartono mengatakan, sampai saat ini titik terakhir korban jatuh masih belum ditemukan. Selain itu, pencarian korban terkendala dengan kondisi tanah yang labil dan curam sehingga alat berat tidak bisa masuk.

“Sampai saat ini, titik terakhir korban terjatuh masih belum ditemukan. Korban ini terpeleset dan tertimbun longsoran sampah. Untuk akses titik spot, kondisi lingkungan terlalu curam sehingga alat berat tidak bisa masuk ke titik spot. Tingkat kemiringan sangat curam,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *