Gojek Uji Coba Motor Listrik, Demi Pengemudi Sejahtera

Layanan Gojek.
VIVA–Perusahaan konsultan manajemen Solidiance memilih Gojek untuk menjadi partner dalam pengujian motor listrik area Jabodetabek. Perusahaan tersebut akan menyediakan 10 motor listrik yang bisa digunakan mitra pengemudi Gojek. Mitra Gojekakan dipilih secara acak untuk menjajal motor listrik ini. Uji coba akan berlangsung pada 14 sampai 21 Juli 2018.

Uji coba ini bertujuan untuk penghematan penggunaan bahan bakar yang bisa menyejahterakan para pengemudi. Selain itu, bisamengetahui tingkat kelayakan motor listrik di Indonesia pada masa mendatang.

Associate Partner and Country HeadSolidiance Indonesia, Gervasius Samosir mengatakan, Indonesia mempunyai dua alasan untuk segera menggunakan motor listrik. Pertama Indonesia menjadi kontributor utama karbon dioksida (CO2). Kedua, bahan bakar fosiljumlahnya semakin menipis.

“Populasi sepeda motor di Indonesia adalah yang tertinggi di Asia Tenggara. Mencapai sekitar 105 juta pada akhir2017. Dengan adanya layanan transportasi online yang menawarkan transportasi cepat dan terjangkau, kedua pihak ingin memperkenalkan cara baru yang ramah lingkungan kepada konsumen,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis 12 Juli 2018.

Head of ResearchGojek Indonesia, Ramda Yanurzha meyakinipenggunaan motor listrik akan menjadi solusi pengemudi dalam mengurangi biaya operasional juga membuat transportasi menjadi lebih efisien.

“Dengan memanfaatkan teknologi untuk membantu jutaan masyarakat Indonesia tiap harinya dan terus berinovasi, kami bisa menjadi pemimpin pasar di Indonesia. Kami sangat antusias berpartisipasi dalam uji coba dengan Solidiance ini dan melihat apa hasil dari inovasi ini,” kata Ramda.

Bahan bakan fosil telah digunakan selama bertahun-tahun lamanya di Indonesia. Bahan bakar tersebut telah menyebabkan masalah lingkungan karena zat CO2 yang tinggi. Motor listrik diharapkan dapat menjadi solusi yang paling memungkinkan dan realistis.

Laman resmi Solidiance menyatakan, kendaraan listrik terus mendapatkan momentum di seluruh Eropa dan Amerika Serikat, pertanyaan muncul di antara para pemangku kepentingan industri tentang apakah ada kemungkinan untuk memasarkan kendaraan listrik di Indonesia.

Solidiance Indonesia menyebutkan, Indonesia sebagai populasi kendaraan terbesar di Asia Tenggara dan ekonomi terbesar. Pemerintah Indonesia telah mendukung pengembangan mobil listrik dan motor listrik. Para pemain industri bersiap untuk membawa kendaraan listrik segera setelah pemerintah mengembangkan kerangka regulasi yang lebih jelas.

Solidiance menyoroti pasar kendaraan listrik Indonesia saat ini sebagai pendorong utama, tantangan, serta peluang pertumbuhan untuk mempercepat pengadopsiannya.

Riset terbaru yang dikembangkan Solidiance menyebutkan, tingkat penetrasi motor listrik di Indonesia baru mencapai 0,14 persen, sedangkan pemerintah menargetkan 2,1 juta unit pada 2025.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *