Perry Warjiyo Tegaskan Swape Rate di BI Cukup Rendah

Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo
VIVA– Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan korporasi dalam kebutuhan dolarnya tidak harus dipenuhi dari pasar spot. Namun, dapat dilakukan melalui transaksi swap di Bank Indonesia.

Perry menyebut swap rate kepada BI masih cukup rendah. Menurutnya, untuk swap rate jangka waktu satu bulan adalah sebesar 6,2 persen. Sedangkan untuk tiga bulan sekitar 7,3 persen.

“Jadi itu juga untuk memastikan kepada korporasi untuk memenuhi kebutuhannya tidak semuanya harus spot. Bisa saja swap yang untuk jangka waktu sebulan atau tiga bulan kedepan, korporasi bisa menghubungi bank. Bank juga bisa nanti melakukan swap kepada BI,” ujar Perry di Jakarta, Jumat, 13 Juli 2018.

Untuk pasar spot sendiri, merujuk kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika mencapai Rp14.358. Angka ini menguat 77 poin atau 0,53 persen dari posisi Rp14.435 pada hari kemarin.

Meski begitu, Perry memastikan, kebutuhan dolar bagi korporasi maupun pelaku usaha akan tetap tersedia. Sebab, supply dolar hingga saat ini masih ada dan tersedia.

“Perbankan juga untuk memfasilitasi (swap) ini, dan kami akan memastikan bahwa kebutuhan-kebutuhan dolar baik yang spot maupun swapnya itu bisa terjaga,” ungkap dia.

Sebelumnya, Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, sejak 2 Juli hingga 12 Juli 2018, arus dana asing yang masuk ke pasar keuangan Indonesia, khususnya ke pasar Surat Berharga Negara berjumlah US$7,1 triliun. Arus dana asing yang masuk kepada SBN yang berjangka panjang di atas 10 tahun.

Di samping itu, kata dia, untuk supply dolar dari korporasi ke pasar keuangan atau pasar valuta asing (valas), rata-rata perharinya berada dikisaran US$500 juta sampai US$600 juta per harinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *