Lepas 9 Bintang, Sriwijaya Berkilah Alami Krisis Finansial

Sesi latihan pemain Sriwijaya FC
VIVA– Keputusan manajemen Sriwijaya FC melepas sembilan pemain sekaligus di akhir putaran pertama Liga 1 patut dipertanyakan. Apalagi, mayoritas pemain yang dilepas merupakan punggawa inti yang kerap menjadi andalan Laskar Wong Kito.

Pemain yang didepak seperti Hamka Hamzah, Mahamadou N'Diaye, Alfin Tuasalamony, Makan Konate dan Adam Alis, merupakan nama-nama pemain yang perannya nyaris tak tergantikan.

Para pemain ini merupakan tulang punggung Elang Andalas hingga mampu bertengger di posisi tiga klasemen sementara Liga 1. Lantas muncul asumsi bahwa manajemen Sriwijaya FC sengaja melepas sejumlah pemain itu lantaran kesulitan finansial.

Apalagi, pemain yang dilepas mayoritas memiliki gaji tinggi. Bahkan termasuk juga Bio Paulin yang hanya menjadi penghangat bangku cadangan memiliki nilai kontrak yang fantastis.

Terkait hal ini, Presiden Sriwijaya FC, Dodi Reza Alex Noerdin, menegaskan bahwa keputusan manajemen melepas sejumlah pemain bukan karena kesulitan finansial. Namun evaluasi yang dilakukan karena menyangkut kebutuhan tim.

“Kesulitan finansial itu tidak ada hubungan dengan evaluasi pemain. Jadi evaluasi manajemen terhadap pemain, pelatih dan ofisial itu berdasarkan kebutuhan dan suasana tim, termasuk juga kondisi keuangan yang diprediksi selama mengarungi kompetisi,” jelas Dodi Reza, Sabtu 14 Juli 2018.

Skuat Sriwijaya FC di ajang Liga 1

Menurut Dodi Reza, evaluasi yang dilakukan manajemen Sriwijaya FC merupakan sesuatu yang wajar. Apalagi keputusan itu untuk mengatasi masalah yang akan timbul di kemudian hari dan dalam rangka efisiensi pengeluaran.

Karena bagi Dodi Reza, evaluasi manajemen lebih kepada permasalahan pemborosan dan besarnya pengeluaran yang harus ditanggung, dan evaluasi pemain didasarkan atas beberapa pertimbangan dari rapat yang dilakukan manajemen.

“Selain pemborosan, ada juga beberapa hal lain yang jadi pertimbangan. Sehingga kita kembalikan ke porsi yang lebih baik ke track yang baik. Kedepan diharapkan tidak ada lagi kesulitan finansial untuk di paruh kedua dan juga turnamen Piala Indonesia,” harap Dodi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *