Golkar Sisipkan Caleg Koruptor? Sekjen Membantah

Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Nusron Wahid
VIVA–Politikus Partai Golkar menyatakan bekas narapidana kasus korupsi tetap masih bisa maju menjadi calon legislatif di Pemilu tahun depan. Meski tak gamblang soal identitas kadernya eks koruptor yang diajukan, namun keputusan itu disebut akan diserahkan KPU.

Pernyataan terkait hal tersebut disampaikan Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Indonesia I Partai Golkar, Nusron Wahid.

“Kita memasukkan kader Partai Golkar yang secara kebetulan pernah terjerat masalah dan itu kita serahkan kepada KPU sepenuhnya,” kata Nusron di kantor KPU, Jakarta, Rabu 18 Juli 2018.

Nusron menyatakan, bagi kader eks koruptor yang telah terdaftar ini masih punya kesempatan sebagai calon legislatif alias caleg.

Mereka masih bisa menggugat perihal Peraturan KPU (PKPU) tersebut ke Badan Pengawas Pemilu atau Bawaslu. “Kalau banding tidak dikasih kankita ganti,” ujarnya.

Namun pernyataan Nusron kemudian dibantah oleh Sekjen Partai Golkar Lodewijk Freidrich Paulus.

Di kesempatan yang sama, Lodewijk menyebut bahwa seluruh caleg yang akan diajukan partainya bersih dari kasus korupsi.

“Sebenarnya kami sudah ada tagline, Golkar bersih bangkit maju dan menang. Itu kita patuhi dari data yang kita sampaikan bahwa mantan koruptor atau terpidana tidak ada yang kita calonkan anggota legislatif,” ujar Lodewijk.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *