Teknologi Baterai di Era Revolusi Industri 4.0

Ilustrasi baterai Lithium-ion.
VIVA–Lithium-ion adalah jenis baterai yang mampu mengisi daya lebih cepat, tahan lebih lama, dan memiliki kepadatan daya yang lebih tinggi ketimbang baterai tradisional.

Baterai ini biasa dibentuk seperti uang logam, atau kerap disebut baterai koin atau baterai kancing. Seiring perkembangan zaman, permintaan Lithium-ion terus meningkat, khususnya perangkat teknologi dan internet, serta otomotif.

Artinya, ini merupakan bisnis teknologi di masa depan. Bahkan, bukan tidak mungkin teknologi baterai akan menemukan segmen pasarnya bukan pada industri mobil atau penyimpanan stasioner.

Tapi juga peralatan elektronik canggih lainnya seperti perangkat yang dapat dikenakan (wearables), Internet of Things (IoT), peralatan medis, hingga militer.

Kondisi ini membuat PT Panasonic Gobel Eenergy Indonesia perlu memperluas bisnisnya yang ditandai dengan groundbreaking pembangunan fasilitas pabrik keempat Lithium-ion di Kawasan Industri Gobel, Cibitung, Bekasi, Jawa Barat.

Menurut Direktur Utama Panasonic Gobel Energy Indonesia, Kenichi Kudara, pembangunan pabrik keempat ini sebagai langkah strategis dalam mengantisipasi pesatnya pertumbuhan pasar global, serta menghadapi Revolusi Industri 4.0.

Hingga 2017, Panasonic Gobel telah memproduksi 30 miliar buah baterai, yang terdiri dari 20 miliar baterai kering Manganese dan 10 miliar baterai Lithium-ion, di mana 92 persen berorientasi ekspor ke 70 negara.

“Dengan membangun perluasan pabrik dengan nilai investasi US$23 juta (Rp328 miliar) ini bisa menempatkan baterai Lithium Panasonic memiliki 30 persen pangsa pasar dunia,” ujarnya melaluiketerangan tertulis, Jumat, 20 Juli 2018.

Ia mengaku memilih Indonesia sebagai basis produksi baterai koin Lithium, karena mendapatkan keunggulan komparatif dan kompetitif dalam mengembangkan industri.

Sementara itu, Utusan Khusus Presiden untuk Jepang, Rachmat Gobel mengatakan, dalam berinvestasi di Indonesia, Panasonic tidak hanya bertindak sebagai pemodal semata untuk meningkatkan FDI (foreign direct investment) dan penyerapan tenaga kerja.

“Tapi juga telah melakukan transformasi teknologi dan membangun sumberdaya manusia di Indonesia,” paparnya.

Mantan Menteri Perdagangan ini mengapresiasi dukungan penuh dari Panasonic yang telah mengembangkan produk unggulan yang kompetitif di Indonesia dengan sistem manajemen yang baik. (mus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *