Fadli Zon: Kampanye Damai Ternodai

Wakil Ketua DPR Fadli Zon.
VIVA–Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menilai, kampanye damai yang sangat baik dinodai dengan insiden kelompok Jokowi yang menggunakan atribut secara masif. Padahal, perjanjian dengan KPU tak ada atribut dukungan kepada calon.

“Saya pun heran dan kami berjalan kurang lebih 1-2 kilometer itu ada begitu banyak. Harusnya penyelenggara antisipasi karena niat bagus kampanye damai telah ternodai,” kata Fadli di gedung DPR, Jakarta, Senin, 24 September 2018.

Ia menilai, sikap Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang walk out wajar lantaran melihat langsung yang terjadi. Untuk menegakkan wibawa KPU, seharusnya penyelenggara membubarkan stan dan tenda-tenda yang dilalui. “Kami kalau mau kerahkan itu mudah sekali. Bahkan ada marching band tidak boleh, mau ada relawan ikut kami larang,” kata Fadli.

Seharusnya, Fadli menegaskan, insiden tersebut tak terjadi. Hal ini justru dianggap tak memberikan pelajaran politik tentang aturan main.”Kalau penyelenggaraan fair, adil dengan demokratis jujur dengan sendirinya terjadi kedamaian. Kegaduhan terjadi karena ketimpangan, ketidakadilan, penyelenggaraan tak profesional atau memberi angin kepada yang lain tapi menekan yang lain,” kata Fadli.

Ia meminta, agar kampanye damai jangan hanya di mulut. Kenyataannya baru dilaksanakan tapi sudah ternodai. Padahal, koalisinya sangat komitmen pada kampanye damai ini.

“Kalau ada perdebatan-perbedaan, debat itulah demokrasi. Enggak mungkin demokrasi hanya biasa saja tak ada perbedaan. Demokrasi itu justru diwarnai diskusi, dialog, debat, kritik dan sebagainya.” (mus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *