Polda Jatim Galang Dana Gempa Palu, Unand Kirim Dokter Spesialis

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jatim, Komisaris Besar Polisi Frans Baru
VIVA–Kepolisian Daerah Jawa Timur menggalang bantuan dana dan logistik di lingkungan internal serta39 kepolisian resor (Polres) untuk dikirim ke lokasi bencana gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah.

“Ada instruksi dari Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur, Bapak Irjen Polisi Luki Hermawan agar kita cepat tanggap. Semua polda sudah bergerak, Polda Jatim dimulai dari tadi,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jatim, Komisaris Besar Polisi Frans Barung Mangera, di Surabaya, Jawa Timur, Senin, 1 Oktober 2018.

Penggalangan dana, lanjut Barung, dimulai oleh Wakil Kepala Polda Jatim Brigjen Polisi Muhammad Iqbal kepada anggota Polda Jatim. Setidaknya, dua hari ke depan dana terkumpul akan dikirimkan ke lokasi bencana, atau dirupakan bahan-bahan yang dibutuhkan korban.

“InstruksiPresiden, sekarang yang paling dibutuhkan ada tiga, minuman, makanan, dan obat-obatan,” ujarnya.

Sangat mungkin, kata Barung, dana yang terkumpul dari Polda Jatim nanti dirupakan dengan tiga macam barang tersebut. Namun, bantuan bahan pokok itu tidak dikirim dari Surabaya karena rute biasa Surabaya-Palu sulit dijangkau. “Dan memerlukan biaya yang cukup besar,” ujarnya.

Karena itu, menurut Barung, bahan-bahan pokok nantinya dibeli di Makassar lalu dikirim ke Palu. “Dari Makassar kita kirim lewat darat masuk ke Luwuk, kemudian Poso, Parigi lalu ke Palu. Atau nantinya kita kirim lewat laut. Lusa akan kita langsung donasikan,” katanya.

Selain bantuan bahan pokok, Barung menjelaskan, Polda juga akan mengirimkan 200-300 pasukan ke Palu dan Donggala untuk membantu proses evakuasi korban sertalainnya. Pertama, yang akan diberangkatkan ialah sekira 15 tim medis. “Karena yang pertama dibutuhkan di sana tim medis untuk membantu korban,” ujarnya.

Dokter spesialis dari Universitas Andalas berangkat menuju lokasi gempa Palu

Dokter spesialis

Sementara itu, lima dokter spesialis dari Fakultas Kedokteran dan Pusat Tanggap Kebencanaan Universitas Andalas, Padang, Sumatera Barat, berangkat ke Palu dan Mamuju, Senin, 1 Oktober 2018. Selama tujuh hari ke depan, mereka akan bergabung dengan tim medis lainnya di lokasi.

Kelima dokter itu terdiri atasspesialis bedah torak orthopedi, anastesi, PPDS bedah, dan dua perawat. Selain itu, merekamembawa paket obat-obatan, dan 60 kilogram paket rendang siap saji.

“Kami berangkat dari sini jam 14.00 WIB ke Makassar dulu. Setelah di Makassar, kami akan ikuti arahan lebih lanjut di sana. Apakah menumpang pesawat Hercules atau menuju Mamuju dengan jalur darat,” kata ketua tim, dr. Muhammad Riendra, Senin, 1 Oktober 2018.

Riendra menjelaskan, untuk penempatan tim, pihaknya juga menunggu arahan dari pusat krisis, apakah dari Kementerian Kesehatanataupun TNI.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *