Tangani Korban Gempa Donggala-Palu, Ini Bantuan Asing yang Diharapkan

Menkopolhukam Wiranto (Tengah).
VIVA–Pemerintah Indonesia telah secara resmi mengumumkan bahwa menerima bantuan dari asing untuk penanganan korban gempa dan tsunami di Donggala dan Palu, Sulawesi Tengah. Namun, ada beberapa jenis bantuan yang diprioritaskan.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto mengungkapkan, bantuan yang diprioritaskan salah satunya adalah alat angkut udara yang bisa membawa logistik dan perlengkapan lain. Sebab saat ini, akses menuju lokasi sangat sulit dilalui.

“Kemudian kami bisa perinci bantuan itu bisa berwujud barang, alat dan keahlian tertentu. Yang penting tepat waktu datangnya sehingga saat dibutuhkan nilai guna manfaatnya lebih,” kata Wiranto saat menyampaikan keterangan pers di kantornya, Jakarta, Senin 1 Oktober 2018.

Alat angkut udara nantinya bisa pula membawa peralatan-peralatan seperti genset listrik dan bahan bakar minyak. Wiranto pun menjelaskan, landas pacu (runway) Bandar Udara Mutiara SIS Al-Jufrie, Palu, mengalami keretakan sepanjang 200 meter, sehingga bantuan yang akan diberikan diharapkan memperhatikan hal tersebut.

“Tapi pesawat (Hercules) C-130 bisa. Oleh karena itu kami harapkan bantuan dari alat angkut udara,” kata dia.

Menurut Wiranto, 18 negara yang telah resmi menyatakan ingin memberikan bantuan telah diberi panduan. Di bawah koordinasi Kementerian Luar Negeri disampaikan melalui para duta besar agar jenis bantuan disesuaikan berdasarkan kebutuhan lapangan.

Di antaranya air bersih, kebutuhan listrik dan dan peralatan medis yang bisa fleksibel bergerak ke beberapa tempat.

“Kemudian tenda-tenda kita butuh banyak. Water treatment, tadi dilaporkan dari depan bahwa air bersih memang sulit didapat di sana. Sumber-sumber air bersih tidak banyak,” kata Wiranto.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *