Pertamina Kirim Bantuan Logistik BUMN untuk Gempa Palu-Donggala

Perumnas Balaroa, Palu, Sulawesi Tengah, Senin hancur akibat gempa Palu
VIVA–Bantuan logistik untuk korban gempa dan tsunami yang menghantam Donggala dan Palu, Sulawesi Tengah terus berdatangan. Salah satunya bantuan dari perusahaan minyak dan gas bumipelat merah, PT Pertamina yang dikirimkan melalui jalur laut maupun udara.

Vice President Corporate Communication Pertamina Adiatma Sardjito mengatakan, pada hari ini pihaknya melalui anak usahaPelita Air, telah mengirimkan bantuan bahan pangan, genset dan kebutuhan lainnya seberat 4,7 ton. Bantuan itu merupakan bantuan gabungan berbagai BUMN sebagai bentuk dari Sinergi BUMN hadir untuk negeri.

Bantuan tersebut dikumpulkan terlebih dahulu di Bandara Pondok Cabe Tangerang Selatan yang dikelola oleh Pelita Air untuk kemudian diterbangkan ke Palu melalui Balikpapan. Pelita Air pun memodifikasi pesawat jenis ATR 72 yang seharusnya merupakan pesawat penumpang menjadi pesawat cargo agar bisa mengangkut bantuan lebih banyak.

“Semua jalur distribusi kita pergunakan semaksimal mungkin baik melalui laut maupun udara agar semua bantuan bisa segera sampai di lokasi bencana,” ujar Adiatma melalui keterangan resmi, Jakarta, Senin 1 Oktober 2018.

Bantuan logistik yang diberikan khususnya makanan, air mineral dan obat-obatan karena dibutuhkan korban gempa di pengungsian. Untuk jalur laut, bantuan sudah tiba di Posko Pertamina Peduli di DPPU Palu dan TBBM Donggala.

Adapun bantuan makanan dan minuman untuk korban gempa juga disiapkan melalui wilayah operasi Pertamina terdekat, yakni MOR VI di Balikpapan, Kalimantan Timur. “Inilah wilayah terdekat yang paling cepat bisa mengirimkan bantuan,” ucapnya.

Terkendalaaksesdarat

Region Manager Communication & CSR Pertamina Kalimantan Yudi Nugraha menyatakan, sejak diterimanya informasi mengenai bencana di Palu dan Donggala, seluruh wilayah operasi Pertamina langsung mempersiapkan bantuan yang dapat diberikan kepada korban. Hanya memang, diakui pengiriman melalui jalur darat memang sedikit terkendala.

“Jika dibandingkan dengan wilayah lain, Kota Balikpapan memang menjadi salah satu lokasi dengan akses yang paling mudah yakni menggunakan jalur laut di saat akses darat masih terkendala. Alhamdulilah kami memperoleh dukungan juga dari Pelni untuk sesegera mungkin melakukan pengiriman bantuan”, kata Yudi.

Bantuan yang diangkut menggunakan Kapal Motor Lambelu dari Pelabuhan Semayang Balikpapan akhirnya tiba di pelabuhan Pantoloan Palu setelah menempuh perjalanan kurang lebih 11 jam. Bantuan tahap satu ini difokuskan kepada makanan siap saji dan air mineral. Selain itu, bantuan yang diberikan berupa 200 tabung elpiji 12 kg dan 50 tabung elpiji 5,5 kg beserta regulator yang nanti bisa digunakan di dapur umum.

“Bantuan tahap kedua rencananya akan disalurkan malam ini menggunakan kapal MV Unggaran milik Pertamina Hulu Mahakam dari Pelabuhan Somber Balikpapan. Kami mohon dukungan dan doa agar bantuan langsung bagi para korban maupun operasional penyaluran BBM dapat berjalan lancar. Pagi ini pun Pertamina Kalimantan telah menyalurkan BBM jenis solar menggunakan pesawat Air Tractor menuju Palu dari TBBM Tarakan,” kata dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *