Ibunda Kate Middleton Dikritik karena Jual Kostum Putri Zombie

Kostum Zombie
VIVA– Situs belanja online kian menjamur. Bahkan, ibunda Kate Middleton pun ikut bergelut dalam bisnis ini. Namun, belum lama ini, ibunda Kate, Carole Middleton menjadi sorotan, karena menjual produk yang tak biasa.

Baru-baru ini, Carole bikin heboh karena menjual kostum Halloween bertema “Zombie Princess” lewat situs online. Bisnis nya ini pun mengundang reaksi dari teman-teman Putri Diana.

Carole dikritik karena menjual kostum putri berlumuran darah di situs Party Pieces.

Tak hanya kostum putri yang berlumuran darah, Carole juga menjual busana Zombie Sleeping Princess Costume. Kostum tema ini untuk anak perempuan usia empat tahun yang memiliki desain seperti tulang rusuk dan organ yang terbuka.

Dilansir laman The Sun, karena Carole menjual kostum ini, teman-teman Putri Diana marah.

Teman-teman Putri Diana menggambarkan keputusan menjual pakaian itu adalah “sakit”. Ini seolah menghubungkan kostum penuh darah dengan kejadian tewasnya Putri Diana dalam kecelakaan mobil pada tahun 1997.

Simone Simmons, teman Diana, mengatakan kepada The Daily Star, “Ini lebih sakit daripada sakit.”

“Ini benar-benar menggores.”

Simmons pun juga berharap bahwa akan ada banyak orang yang memboikot situs web tersebut.

Pakaian berdarah ini, rata-rata dijual seharga £10.99 atau lebih dari Rp215 ribu di situs web milik Carole.

Dalam situsnya juga digambarkan, “Kostum Zombie Sleeping Princess kami berwarna merah muda termasuk gaun dengan detail cetak dada.”

“Kostum putri yang tidak begitu cantik ini dari bahan sutra merah kehijauan yang berlumuran darah dengan rok bergerigi.”

Bagian atasnya, didesain dengan cetakan mengerikan dari tulang rusuk dan organ iga zombie yang menyeramkan.

“Mereka anak perempuan yang mengenakan busana ini akan menjadi putri paling menakutkan di pesta Halloween mana pun.”

Meski begitu, Carole terus dikritik. Bahkan, kepala editor majalah Majesty dan penulis kerajaan, Ingrid Seward juga menganggap pakaian itu memiliki selera yang sangat buruk.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *