Jaksa KPK Eksekusi Ridwan Mukti dan Istri Sirihnya ke Lapas Bengkulu

Gubernur Bengkulu nonaktif, Ridwan Mukti, meninggalkan Gedung KPK seusai menjalani pemeriksaan di Jakarta, Senin (18/9/2017).
VIVA–Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengeksekusi mantan Gubernur Bengkulu,Ridwan Mukti dan istri sirinya, Lily Martiani Maddari, ke Lembaga Permasyarakatan di daerah Bengkulu.

“Ridwan Mukti di Lapas Bengkulu, dan Lily Martiani Maddari di Lapas Perempuan Bengkulu,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Rabu, 3 Oktober 2018.

Ridwan dan Lily merupakan terpidana kasus dugaan suap proyek peningkatan jalan di Bengkulu. Keduanya terbukti menerima suap sebesar Rp1 miliar dari Direktur PT Statika Jhony Wijaya melalui orang kepercayaan Lily bernama Rico Dian Sari.

Keduanya pun divonis bersalah oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Bengkulu. Pada tingkat pertama, keduanya divonis 8 tahun penjara denda Rp400 juta.

Tapi, dalam tingkat banding hukumannya diperberat menjadi masing-masing pidana penjara sembilan tahun, denda Rp400 juta subsider delapan bulan kurungan.

Begitu juga dengan hak politik. Pengadilan Tipikor mencabut hak politik Ridwan selama dua tahun. Sedangkan pada tingkat banding, hak politik Ridwan dicabut selama lima tahun setelah menjalani pidana pokok. (ase)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *