Investasi dan Konsumsi Naik, Ekonomi RI Diproyeksi Tumbuh Stabil

Ilustrasi pertumbuhan ekonomi.
VIVA–Bank Dunia luncurkan laporan ekonomi Oktober 2018, bertajuk Navigating Uncertainty, yang menunjukkan adanya tren positif pada prospek pertumbuhan negara berkembang di Asia Timur dan Pasifik di tengah gejolak perekonomian global.

Kepala Ekonom Bank Dunia untuk kawasan Asia Timur dan Pasifik, Sudhir Shetty menjelaskan, pertumbuhan Indonesia, seharusnya tetap stabil, berkat proyeksi naiknya investasi dan konsumsi swasta.

Sementara itu, untuk Filipina, pertumbuhan pada 2018 ini kemungkinan akan melambat, tetapi penambahan investasi publik diharapkan akan meningkatkan pertumbuhan dalam jangka menengah.

“Di Malaysia, pertumbuhan diperkirakan menurun, karena pertumbuhan ekspor melambat, dan investasi publik lebih rendah, menyusul pembatalan dua proyek infrastruktur besar,” kata Shetty dalam teleconfrence di kantor Bank Dunia di Jakarta, Kamis 4 Oktober 2018.

Untuk ekonomi negara-negara Asia Timur dan Pasifik yang lebih kecil, seperti Kamboja, Laos, Mongolia, dan Myanmar, prospek ekonomi diproyeksi tetap tumbuh kuat, dengan rata-rata lebih dari enam persen setiap tahunnya antara 2018 dan 2020.

Sementara itu, bagi Timor Leste, pertumbuhan diperkirakan berlanjut setelah tercapainya resolusi terhadap kondisi politik di negara tersebut. Papua Nugini juga diperkirakan pulih pada 2019, menyusul gempa besar di awal tahun ini.

Shetty menjelaskan, pertumbuhan di negara-negara Kepulauan Pasifik diperkirakan juga akan tetap relatif stabil, meskipun sangat rentan terhadap guncangan bencana alam.

“Integrasi regional dan global dari sebagian besar ekonomi di kawasan ini meningkatkan kerentanan mereka terhadap kejutan eksternal. Risiko utama terhadap berlanjutnya pertumbuhan yang kuat, termasuk eskalasi proteksionisme, peningkatan gejolak pasar keuangan, dan interaksi dengan kerentanan fiskal dan keuangan domestik,” kata Shetty.

“Dalam konteks naiknya risiko, ekonomi Asia Timur dan Pasifik yang sedang berkembang perlu memanfaatkan berbagai kebijakan makro ekonomi dan struktural yang tersedia untuk meredam guncangan eksternal dan meningkatkan potensi tingkat pertumbuhan,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *