Warga Jabar, Siap-siap Dapat SMS Jika Ada Bencana

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil
VIVA– Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil berencana menerapkan sistem penyebarluasan short message service serentak (SMS Blast) untuk penanganan dini saat terjadi bencana alam.

Ridwan Kamil menerangkan, sistem tersebut layak diterapkan karena negara Hawai sudah menjalankan sistem penanganan dini tersebut.

“Sekarang namanya SMS blast, itu di Hawaii dilakukan, dan akan kita lakukan namanya SMS Blast untuk tanggap bencana, kira-kira begitu,” ujar Ridwan Kamil di Gedung Sate Kota Bandung Jawa Barat, Kamis 4 Oktober 2018.

Menurutnya, daerah Jawa Barat yang menjadi sorotan tanggap bencana yaitu sesar Lembang di Kabupaten Bandung Barat. Masyarakat, lanjut dia, agar bersikap tenang jika terjadi bencana dalam tingkat apapun dengan mengutamakan kewaspadaan.

“Intinya, Indonesia ini memang negara yang rawan terhadap bencana, termasuk sesar Lembang, tidak usah panik yang penting waspada, itu saja,” katanya.

Ridwan Kamil menambahkan, masyarakat jangan dikuasai oleh kepanikan saat bencana alam di manapun terjadi. Dengan kondisi Jawa Barat yang memiliki kerawanan di beberapa lokasi, kesiapsiagaan dinilai harus menjadi kesadaran penuh masyarakat.

“Karena kalau panik juga kita tidak tahu takdir Allah itu ada, tidak ada datang kapan terhadap kebencanaan. Tapi kita tahu bahwa potensi itu ada, karena tahu kita bersiap, itu saja,” katanya.

Seperti diketahui, sesar Lembang memiliki panjang 29 Kilometer dengan titik nol di daerah Padalarang dekat jalur Tol Cipularang, dan memanjang ke timur sepanjang 29 kilometer antara Bukit Batu Lonceng dan Gunung Manglayang. Segmen Sesar Lembang tak berbentuk lurus, namun di bagian tengahnya ada yang berkelok – kelok.

Dengan pergerakan Sesar Lembang diketahui masih sangat aktif. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menyimpulkan pergerakan Sesar Lembang ada di angka 3 sampai 5,5 milimeter per tahun. Walau pergerakannya termasuk lambat, namun bukan berarti menutup kemungkinan terjadi gempa besar.

LIPI mengatakan dua alasan di atas menjadi bukti bahwa potensi gempa yang bisa muncul dari Sesar Lembang cukup besar. Panjang sesar atau patahan Lembang yang mencapai 29 kilometer itu, dan bergerak dengan pola geser mengiri, dan pola geser naik, maka dalam skenario terburuk, Kota Bandung, Purwakarta, Padalarang, yang berada di sekitar Sesar Lembang dapat merasakan sebuah gempa besar dalam skala magnitudo 6,5 sampai 7 jika seluruh segmennya bergerak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *