20 Pesawat dari 11 Negara Asing Segera Masuk Palu

Menlu Retno Marsudi
VIVA– Kementerian Luar Negeri sudah memberikan izin flight clereance kepada 20 pesawat dari 11 negara, yang akan masuk ke Palu untuk memberi bantuan kepada korban gempa dan tsunami.

Juru Bicara Kemenlu, Arrmanatha Nasir mengatakan, baru 11 negara yang diberikan flight clereance, akan tetapi pesawat tersebut tidak dapat mendarat secara bersamaan.

“Jadi kami telah memberi flight clereance kepada 11 negara untuk 20 pesawat, namun perlu kami tegaskan pesawat tidak dapat masuk secara bersamaaan, tapi akan disesuaikan dengan kondisi bandara dan landasan yang ada di lapangan,” ucap Arrmanatha Nasir di Gedung Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, Kamis, 04 Oktober 2018.

Akan tetapi, flight clereance tersebut hanya diberikan untuk pesawat kargo dan pesawat militer C-130, dan pemerintah masih melarang pesawat komersil untuk masuk ke wilayah Palu, Sulawesi Tengah.

Arrmanatha juga mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan bahwa India, Singapura dan Malaysia sudah memberikan bantuan pesawat, yang saat ini sudah mendarat di Balikpapan.

“Per kemarin sore dari Singapura, India dan Malaysia bantuan sudah masuk, saya belum dapat info lagi yang lain. Semua pemberian flight clearance sudah diberikan Kemenlu,” ujarnya menambahkan.

Diketahui, sudah ada 19 negara yang menyatakan akan membantu korban bencana gempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah. Arrmanatha juga mengatakan,negara tersebut sudah memberikan daftar bantuan dan materi yang bisa diberikan kepada Indonesia.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi juga membenarkan segera masuknya bantuan asing. “Saat ini pesawat-pesawat sudah ada yang tiba di lapangan,” ujar Retno di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Kamis, 4 Oktober 2018.

Menurut Retno, pesawat-pesawat dari Jepang dan AS saat ini sedang dalam proses mendapat izin mendarat (clearance) dari Kementerian Luar Negeri. Sementara, pesawat-pesawat dari negara lain yang beberapa di antaranya berjenis Hercules C-130, Hercules C-130j hingga Boeing C-17 Globemaster sudah mulai berdatangan dan siap menyalurkan bantuan.

“Data saya mengatakan begitu. Ada beberapa yang dalam proses. Misalnya dari Jepang, kemudian dari US Air Force itu juga dalam proses,” ujar Retno.

Lebih lanjut, Retno menyampaikan, pemerintah saat ini sudah menyatakan untuk menerima bantuan dari 18 negara, dan tiga organisasi internasional. Pemerintah juga mengkoordinir supaya bantuan terbagi secara proporsional untuk tahapan tanggap darurat, rekonstruksi, dan rehabilitasi.

“Untuk pendanaan bantuan, ada komitmen dari banyak sekali negara yang sudah menyampaikan tawaran,” ujar Retno. (mus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *