Pelaku Industri Kreatif Berbasis Syariah Didorong Mendunia

Vivi Zubedi
VIVA– Sebagai negara dengan mayoritas penduduk Muslim terbesar di dunia, mestinya bukan hal yang sulit bagi Indonesia untuk menjadi negara produsen industri kreatif berbasis syariah terdepan di dunia. Namun, nyatanya hingga kini Indonesia hanya menjadi pasar atau konsumen untuk produk industri kreatif berbasis syariah.

Hal ini diungkapkan oleh desainer busana muslim kenamaan Indonesia Vivi Zubedi saat penandatanganan kerja sama dengan Bank Indonesia. Sebagai seorang desainer yang juga menjadi konsultan ekonomi kreatif di berbagai daerah, ia kerap kali menemukan hal yang sama yang membuat industri kreatif Indonesia sulit maju.

“Setiap ke daerah tertentu, keluhannya hampir selalu sama, tentang logistik, tidak bisa branding, soal distribusi. Sehingga mungkin negara perlu ada wadah supaya bisa menampung mereka. Tapi jika mengharapkan yang atas di bawah enggak mampu tentu akan berat,” kata Vivi saat ditemui di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Kamis, 4 Oktober 2018.

Karena itu, ia berinisiatif untuk membangun program yang ditujukan untuk memajukan pelaku usaha industri kreatif daerah pada sektor makanan dan fesyen di Indonesia yang bernama Industri kreatif Indonesia (Ikra).

Ikra, kata Vivi, merupakan wadah bagi usaha yang sejalan dengan prinsip syariah berskala mikro, kecil dan menengah (usaha syariah) untuk mengembangkan produknya agar dapat bersaing secara global.

“Jadi program pemberdayaan ini dapat berdampak pada peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional. Padahal dilihat dari perannya, usaha syariah di Indonesia tidak bisa dipandang sebelah mata,” katanya.

Ia menjelaskan, pada saat krisis moneter 1998, usaha kecil dan menengah masih bertahan meski usaha raksasa rontok. Lewat Ikra, Vivi ingin mendorong agar pelaku industri kreatif mendapatkan akreditasi sehingga mampu bersaing dengan dunia global.

“Kalau kolaborasinya sudah berjalan dengan nyata. Saya yakin Indonesia bisa menjadi salah satu pemain industri kreatif berbasis syariah yang diperhitungkan,” ucap Vivi. (aw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *