Menkominfo: Penyebar Hoax Itu Tak Tahu Diri dan Tak Punya Kerjaan

Menkominfo Rudiantara (kanan) didampingi Juru Bicara KPK Febri Diansyah (kiri) menjawab pertanyaan wartawan usai melakukan pertemuan dengan para pimpinan KPK di Jakarta
VIVA–Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menegaskan, tidak ada ampun bagi mereka yang menyebarkan berita bohong atau hoax, karena sudah melanggar Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik atau ITE.

“Siapapun yang menyebarkan hoax sama seperti tidak tahu diri. Kita lagi jungkir balik membantu saudara-saudara kita, mereka kaya kurang kerjaan nyebarin informasi tidak benar,” kata Rudiantara di Jakarta, Jumat, 5 Oktober 2018.

Lebih lanjut ia menuturkan, maraknya penyebaran informasi bohong, terutama pascabencana gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah membuat pemerintah terus melakukan crawling dan kemudian melabelinya sebagai hoax.

Tugas ini, lanjut Rudiantara, dilakukan oleh Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kominfo setiap harinya. “Kami tidak tentukan hoax saja, tapi menyatakan yang benar itu apa. Hoax juga sama. Kenapa bisa hoax,” tegasnya.

Ia mengaku sejak hampir sepekan ini telah menemukan 14 berita bohong atau hoax, di mana delapan di antaranya mengenai keretakan Bendungan Bili-Bili di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Selanjutnya, foto ribuan korban bencana dan Wali Kota Palu, Hidayat, dikabarkan meninggal dunia.

Bukan itu saja. Rudiantara menyebut hoax yang paling menyita perhatian publik mengenai foto Organisasi Masyarakat Front Pembela Islam yang gerak cepat mengevakuasi korban. “Foto itu sudah pernah digunakan tahun 2015 saat bencana di Sukabumi,” ujar Rudiantara. (mus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *