Tak Boleh Ada Makanan Sisa jika Makan di Restoran di Negara Ini

Ilustrasi sisa makanan
VIVA– Makan di sebuah restoran, lalu meninggalkan piring dengan makanan sisa, seringkali dilakukan banyak orang. Ini jadi kebiasaan, termasuk untuk masyarakat Indonesia.

Tapi, hati-hati jika Anda makan di restoran-restoran di negara bagian Texas. Di negara ini, restoran dilarang keras membuang makanan dan menerima ulasan yang beragam secara online.

Salah satu kota di negara bagian Texas, Austin mengumumkan peraturan baru itu. Mengharuskan restoran dan bisnis makanan yang terlisensi untuk menemukan metode alternatif dalam mengolah sampah organik.

The Universal Recycling Ordinance (URO) membutuhkan akses yang mudah bagi karyawan untuk mendaur ulang bahan organik, seperti sisa makanan atau produk kertas kotor dari tempat pembuangan sampah.

Negara ini juga memberikan pilihan, untuk memanfaatkan kembali makanan sisa. Pilihan pertama, jika kondisi makanan masih layak dikonsumsi, disarankan untuk disumbangkan pada orang-orang yang membutuhkan. Pilihan kedua, makanan sisa bisa dikirim ke peternakan hingga untuk pemupukan.

Selain itu, pihak perusahaan juga diharuskan memberikan pendidikan bagi karyawan mengenai proses daur ulang.

“Kota-kota di negara ini berkomitmen untuk membantu perusahaan besar dan kecil, menemukan solusi hemat biaya dan membuat program pengalihan untuk memastikan makanan sisa dan bahan organik lainnya dimanfaatkan sebaik-baiknya sambil memenuhi persyaratan tata cara,” kata Sam Angoori, Direktur Interim, Sumber Daya Pemulihan Austin.

Sebuah studi sempat mengungkap, lebih dari 85 persen sampah di Austin berasal dari bisnis komersial, properti keluarga dan perusahaan jasa makanan.

Dari bahan yang dikirim ke tempat pembuangan sampah, 37 persen organik dan bisa disumbangkan atau dikomposkan.

Ordonansi progresif, yang mulai berlaku pada 1 Oktober, memicu reaksi yang beragam dari orang-orang di Austin dan kota-kota lain di Texas.

Kota Austin mengumumkan mereka akan mengadakan acara pelatihan daur ulang pengolahan sampah. Dan pelatihan ini gratis untuk mereka yang terkena dampak peraturan baru.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *