Kreator Lokal Dinilai Sudah Lihai, Ada Tapinya

Bekraf Katapel 2018.
VIVA–Badan Ekonomi Kreatif bekerjasama dengan Asosiasi Industri Animasi dan Kreatif Indonesia menciptakan suatu wadah untuk mendorong penjualan IP (intellectual property) kreator lokal.

Katapel 2018 disebut sebagai langkah strategi yang tepat untuk mendorong daya jual pasar para kreator. Chief Executive Officer and Co-Founder 7 Dimension, Robby Wahyudi mengatakan, penjualan IP bisa dilakukan melalui tiga cara.

“Jual putus, jual lisensi dan jual franchise. Tapi, monetisasi IP yang paling terkenal ialah melalui brand licensing. Sektor kreatif yang paling tumbuh tinggi ada di bidang visual communication dan design. Sayangnya, yang register baru 7,25 persen. Artinya, tingkat kesadaran mereka masih rendah,” kata dia di Jakarta, Senin, 8 Oktober 2018.

Program Katapel bisa diikuti pelaku kreatif, kreator, dan mitra bisnis di bidang animasi, film, komik, dan game. Pendaftaran bisa dilakukan melalui situs katapel.id dan hanya tinggal mengikuti instruksi yang dimulai dari 8-17 Oktober 2018.

Dari keseluruhan peserta akan disaring menjadi 50 orang yang akan mengikuti kursus kilat selama enam hari. Lalu, ada 15 orang yang akan diberi trik khusus mempersiapkan demo day.

“Nantinya mereka akan presentasi di depan calon investor dan agensi lisensi. Lalu, akan dipilih lima IP untuk dibawa ke Hongkong International Licensing Show,” jelas Robby.

Pada kesempatan yang sama, Chief Executive Officer Danumaya Agency, Mayumi Haryoto, melihat para kreator lokal sudah lihai dalam ekskusi karyanya. Bahkan, banyak dari mereka yang diambil oleh perusahaan luar negeri.

Akan tetapi, ia melihat para kreator lokal yang sudah berada di level profesional dinilai jarang bersinggungan. “Kita berharap adanya program ini bisa jadi tempat mereka berbagi ilmu. Untuk program pertamanya kita mau mengedukasi pemilik IP supaya berpikir terbuka,” ungkap dia.

Berpikir terbuka yang dimaksud seperti apa saja yang perlu mereka pikirkan, bagaimana cara me-manage, dan menjual IP. Di masa depan, ia mengatakan nilai komersial IP sangat penting. Karena, bisnis industri kreatif andalkan kekuatan kapitalisasi untuk menambah nilai ekonomi.

“Keutamaan dari program ini adalah untuk mendorong ekonomi kreatif ke pasar yang lebih besar dan luas. Tujuannya agar pemasaran karya anak bangsa bisa dengan cepat menambah nilai ekonomi nasional maupun internasional,” papar Mayumi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *