Sebanyak 75 Ribu Warga Palu, Donggala, dan Sigi Eksodus dari Sulteng

Sebanyak 67 warga Jawa Barat korban gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah, dipulangkan ke kampung halaman masing-masing.
VIVA–Panglima Kogasgabpad Mayjen TNI, Tri Suwandono mengatakan bahwa hingga hari ini, tercatat hampir 75.000 warga di Palu, Donggala, dan Sigi telah meninggalkan daerah tersebut. Kebanyakan dari Kota Palu yang meninggalkan Sulawesi Tengah.

“Tujuan mereka beragam, mulai dari Makassar, Kendari, Gorontalo, Jakarta, Bandung, dan lain-lain,” ucapnya dalam siaran pers yang diterima VIVA, Senin 8 Oktober 2018.

Dia pun mengimbau masyarakat jangan eksodus dan mereka yang sudah meninggalkan Palu untuk kembali. Dikarenakan ekonomi di ketiga daerah itu sudah berjalan, bank-bank telah dibuka, rumah sakit telah operasional, listrik sudah mengalir baik, sekolah, air bersih juga sudah mulai normal, dan lain-lain.

“Mari kita membangun kembali Palu, Donggala, dan Sigi. Hashtag-nya #sultengbangkit,” ujarnya.

Ia mengatakan TNI bersama-sama dengan instansi sipil dan pemerintahan, tengah berusaha menemukan korban-korban bencana dan memulihkan perekonomian. “Saat ini pusat-pusat perekonomian masyarakat di Palu mulai lebih menggeliat dan normal kembali,” ungkapnya.

Tri menyatakan pemulihan pascagempa bersifat sementara namun juga dapat beroperasi tanpa batas waktu atau sampai sudah tidak dibutuhkan lagi.

“Memang kalau dilihat kondisi darurat hanya dua minggu, namun yang menjadi prioritas kita adalah bagaimana menolong masyarakat yang menjadi korban bencana gempa bumi dan tsunami terlebih dahulu,” tuturnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *