Stres Bikin Perempuan Susah Punya Anak, Benarkah?

Ilustrasi stres/panik.
VIVA–Stres dan tekanan hidup yang berlebih seringkali disebut-sebut sebagai biang kerok penyebab wanita sulit hamil.

Padahal di lain sisi, bagi wanita bekerja yang hidup di perkotaan, stres menjadi kondisi yang sulit sekali dihindari. Lalu benarkah stres mampu memengaruhi kesuburan?

Ternyata hal itu nyata adanya. Sebuah penelitian baru-baru ini berhasil mengungkap, bahwa tingkat stres yang tinggi dapat mengurangi kesuburan dan kemungkinan konsepsi yang lebih rendah untuk wanita.

Para peneliti menggunakan data dari Pregnancy Study Online (PRESTO), kelompok usia kehamilan yang sedang berlangsung di perencana kehamilan di Amerika Utara yang mendata secara berkala pasangan selama 12 bulan atau sampai kehamilan.

Untuk studi baru, para peneliti mengikuti 4.769 wanita dan 1.272 pria yang tidak memiliki riwayat infertilitas dan belum mencoba untuk hamil selama lebih dari enam siklus menstruasi, hasilnya menunjukkan ada korelasi antara stres dan menurunnya tingkat kesuburan seseorang.

“Meskipun penelitian ini tidak secara pasti membuktikan bahwa stres menyebabkan ketidaksuburan, ia memberikan bukti yang mendukung integrasi perawatan kesehatan mental dalam bimbingan dan perawatan prakonsepsi,” kata Amelia Wesselink, seorang mahasiswa doktoral di Boston University di AS seperti dilansir Indian Express.

Selain melibatkan ribuan pasangan, penelitian ini juga menjalankan kuesioner termasuk mendata berbagai faktor demografi dan perilaku, termasuk ras, etnis, pendapatan rumah tangga, diet, tidur, dan frekuensi hubungan seksual.

Rata-rata, pada skor yang dihasilkan menyebut bahwa wanita lebih tinggi satu poin dibandingkan pria. Selain itu juga para wanita tetap cukup konstan selama 12 bulan mengikuti rangkaian penelitian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *