5 Kasus Kebocoran Data di Internet, Termasuk Facebook dan Google Plus

Google Plus VS Facebook
VIVA– Internet adalah tempat di mana masyarakat bisa mendapatkan beragam informasi yang bermanfaat dan menghibur. Namun di sisi lain, keberadaan internet juga menjadi celah bagi pihak yang ingin mencuri informasi pribadi di seluruh lanskap digital.

Masalahnya, sering kali oknum yang mencuri data tersebut bukan pihak ketiga, melainkan dari platform yang dimanfaatkan oleh pengguna. Sebagai gambaran, berikut ini kasus kebocoran data yang pernah terjadi di ranah digital, sebagaimana dilansir dari laman Popular Science, Selasa, 9 Oktober 2018.

Setelah mengetahui ini, Anda diharapkan lebih berhati-hati terhadap keamanan data. Segera mengubah kata sandi, mungkin bukan alasan yang buruk.

1. Google Plus – Oktober 2018

Baru-baru ini, Wall Street Journal melaporkan cacat pada Google Plus (Google+) yang mengungkap beberapa informasi pribadi kepada pengembang pihak ketiga.

Menurut Google, data tersebut memuat informasi statis yang diberikan oleh pengguna, seperti pekerjaan, usia, dan tempat lahir.

Sebenarnya, kebocoran data itu telah ada sejak 2015 silam. Tapi Google tutup mulut. Alasannya, ia tak mau menimbulkan kecurigaan dari regulator.

2. Facebook 'View As' – Oktober 2018

Nama besar Facebook kembali tercoreng akibat kasus kebocoran data dari fitur 'View As' atau 'Lihat Sebagai'. Fitur ini memberi akses bagi pemilik akun untuk melihat profil mereka seolah-olah sebagai pengguna lain.

Diakui Facebook, sekitar 50 juta pengguna berisiko karena kebocoran tersebut. Hingga kini penyelidikan sedang berlangsung, termasuk di Indonesia, melibatkan pemerintah serta penyelidik internal Facebook.

3. Reddit – September 2018

Pada tahun 2005-2007 silam, forum diskusi virtual ini dikabarkan ditembus oleh penyusup. Seorang peretas telah berhasil mengakses kredensial dan alamat e-mail pengguna, gara-gara kerentanan autentikasi dalam perangkat lunak berbasis SMS itu.

Meski kasus ini telah terjadi satu dekade lalu, Popular Science menyebutkan bahwa pelanggarannya baru ditemukan pada September 2018. Jika Anda termasuk pengguna Reddit, dan masih menggunakan kata sandi lama, disarankan segera mengubahnya dengan autentikasi dua faktor.

4. British Airways – September 2018

Dalam kurun waktu 21 Agustus – 5 September, ada kemungkinan data yang bocor dari maskapai ini. Informasi itu mencakup data pribadi dan keuangan pelanggan yang membuat pemesanan dan perubahan di ba.com (situs British Airways) dan versi aplikasinya. Namun, tidak termasuk rincian perjalanan atau paspor.

5. Airmail Mac – Agustus 2018

Aplikasi email Mac disebut menunjukkan kerentanan yang terkait dengan URL khusus yang dapat mengekspos informasi pribadi tentang akun dan pesan pengguna.

Untuk menangani masalah ini, perusahaan mengumumkan dalam postingan di blog resmi, dan melakukan pembaruan di App Store. Jika Anda termasuk yang menjalankan perangkat lunak ini dan belum meng-update, sebaiknya segera melakukannya. (mus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *