Survei OECD: Kehidupan Masyarakat Indonesia Bakal Lebih Laik

OECD.
VIVA–Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi atau OECD menilai, kebijakan ekonomi ekspansif Indonesia telah memberikan dampak yang baik terhadap standar hidup di Indonesia. Seperti,mengurangnya kemiskinan dan semakin mempunyai masyarakat untuk mengakses layanan publik.

Hal itu juga ditopang oleh reformasi kebijakan ekonomi Indonesia, yang terus mendukung tumbuhnya perekonomian secara stabil. Sehingga, mampu meningkatkan lingkungan usaha yang sehat dan memperkuat arus masuknya investasi global di sektor-sektor infrastruktur.

Sekretaris Jenderal OECD, José Ángel Gurría menjelaskan, berdasarkan survei yang telah dilakukan, aspek-aspek tersebut memastikan masa depan yang lebih cerah bagi masyarakat Indonesia. Terutama, dengan proyeksi OECD terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,2 persen pada tahun ini dan 5,3 persen pada 2019.

“Perekonomian Indonesia tumbuh dengan tingkat yang sehat, dan bonus demografi akan semakin mendorong pertumbuhan tersebut di tahun-tahun mendatang,” kata Gurría, saat mempresentasikan hasil surveinya di Sofitel Hotel, Nusa Dua, Bali, Rabu 10 Oktober 2018

“Sementara, tantangan yang akan datang adalah menciptakan kondisi untuk memastikan generasi mendatang memiliki peluang untuk kehidupan yang lebih baik. Infrastruktur, pendidikan, kesehatan dan kualitas pekerjaan masih menjadi tantangan penting yang harus diatasi untuk memastikan bahwa Indonesia mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan dan inklusif,” tambahnya.

Untuk membuat ekonomi lebih tangguh dan inklusif, Gurria mengatakan, survei yang telah dilakukan meminta pemerintah untuk meningkatkan target bantuan sosial, memperdalam pasar keuangan domestik, transparansi dan tata kelola yang lebih baik teradap Badan Usaha Milik Negara, reformasi peraturan ketenagakerjaan untuk menggerek lebih banyak pekerja ke sektor formal, serta penyederhanaan izin usaha lebih lanjut.

Selain itu, OECD juga merekomendasikan sejumlah aspek supaya Indonesia lebih memperkuat kapasitas pembangunan ekonominya, seperti meningkatkan pendapatan untuk memenuhi kebutuhan pembelanjaan, mengembangkan sektor pariwisata, maupun memperbaiki kondisi UKM dan wirausahawan kecil

“Di Indonesia, perusahaan kecil yang mempekerjakan kurang dari 20 orang bertanggung jawab atas lebih dari tiga perempat pekerjaan nasional, lebih dari di negara OECD mana pun. Inilah alasan mengapa kebijakan untuk meningkatkan pengembangan UKM harus tetap menjadi prioritas bagi Pemerintah Indonesia.” tambahnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *