186 Ribu Siswa Terdampak Bencana di Sulteng

Dampak likuifaksi di Petobo, Sulawesi Tengah. Belasan ribu bangunan, termasuk gedung sekolah hancur.
VIVA– Ratusan ribu anak usia sekolah menjadi korban terdampakbencana gempa bumi dan tsunami. Jumlah mereka mencapai186 ribu peserta didik.

Data ini disampaikan oleh perwakilan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Menurut data Kemendikbud, ratusan ribu peserta didik dari 1.724 satuan pendidikan ini masih terganggu untuk mendapatkan layanan pendidikan. Mereka tersebar di berbagai jenjang dari tiga kabupaten terparah yaitu Kota Palu, Donggala, Sigi.

“186 ribu peserta didik di 1.724 satuan pendidikan dari jenjang PAUD, SD, SMP, SMA, SMK yang terganggu layanan pendidikan,” kata Direktur Pendidikan Khsusus dan Layanan Khusus Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Poppy Dewi Puspitawati di gedung BNPB, Jakarta Timur, Rabu 10 Oktober 2018.

Poppy mengatakan, dari data yang ada saat ini, baru teridentifikasi dan tercatat 22 orang guru yang meninggal dunia akibat bencana alam tersebut. Lalu 14 orang tercatat hilang. Sementara untuk siswa, tercatat 23 orang peserta didik yang meninggal dunia dan 35 orang hilang serta 1 orang mengalami luka berat.

Belum maksimalnya pelayanan pendidikan atau belum dimulainya kegiatan belajar mengajar ini disebabkan masih banyaknya siswa, tenaga pendidik dan pegawai yang masih trauma dan berada di tempat-tempat pengungsian.

Bencana alam yang terjadi di Palu, Donggala, dan Sigi membuat siswa, guru dan pegawai Dinas Pendidikan masih mengungsi di gunung, bahkan ada yang mengungsi keluar Sulawesi Tengah.

“Untuk pendataan sendiri belum optimal karena terkendala komunikasi,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *