Kaligrafi Kontemporer, Syiar yang Didorong Jadi Industri Kreatif

Pameran karya kaligrafi kontemporer di MTQ Nasional ke 27 di Medan
VIVA– Seni kaligrafi kontemporer turut dilombakan dalam ajanMusabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) XXVIII yang digelar di Medan, Sumatera Utara, 6-12 Oktober 2018.

Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama, Khoiruddin mendorong seni kaligrafi kontemporer yang dilombakan ini akan menumbuhkan industri kreatif di masyarakat.

“Ini potensi untuk dijadikan sebagai industri kreatif Alquran. Dan itu di negara-negara lain belum sampai sejauh itu membuat kreatifitas kaligrafi, hanya Indonesia,” kata Khoiruddin pada acara MTQ Nasional ke-27 di Medan, Sumatera Utara, Kamis, 11 Oktober 2018.

Khoirudin mengatakan, peminat terhadap seni kaligrafi kontemporer saat ini cukup banyak, sehingga banyak masyarakat yang antusias melihat langsung karya anak bangsa yang dipamerkan di Gelanggang Olahraga (GOR) Medan.

“Ya alhamdulillah itu minat masyarakat cukup baik, bagus kaligrafi itu, karena itu sesuai dengan jiwa anak-anak muda kita dimana mereka ingin tampil beda, dan kreativitas tersalurkan tinggal bagaimana masyarakat tumbuh kreatif salah satunya kegiatan MTQ ini,” ujarnya.

Untuk itu, Kementerian Agama akan mendorong seni kaligrafi kontemporer ini bisa dipasarkan ke luar negeri, terutama bisa menembus pasar Timur Tengah. “Karena dalam pikiran saya ya rencana untuk kita go international ini, ini salah satu menumbuhkan gerakan ekonomi dari segi yang berbeda,” ujarnya.

Ketua Pusat MTQ Nasional ke-27 itu menambahkan, bahwa kaligrafi kontemporer ini selain bentuk kesenian, juga mengandung syiar agama Islam. “Jadi ada tersirat pesan pesan keagamaan yang sangat baik, dan itu bisa dipahami dengan orang ahli seni juga,” imbuhnya.

Sementara itu, Ermi Daini, pelaku seni kaligrafi kontemporer mengakui seni kaligrafi kontemporer yang dilombakan dalam kegiatan MTQ Nasional ini berdampak baik bagi industri kreatif di Tanah Air.

Seni kaligrafi kontemporer merupakan perpaduan antara ayat yang disatukan atau dilukiskan dengan alam, baik gunung maupun sungai dan laut. “Alhamdulillah sekarang saya lihat semakin luar biasa karya-karyanya,” kata Ermi.

Pameran karya kaligrafi kontemporer di MTQ Nasional ke 27 di Medan

Maka dari itu, wanita asal Aceh berharap pemerintah dapat memfasilitasi dan membantu berkembangnya seni kaligrafi kontemporer. “Ke depannya secara usaha mungkin bisa dijadikan ekonomi kreatif,” tuturnya.

Ketua Majelis Hakim Cabang Khath Alquran Golongan Dekorasi dan Kontemporer, Didin Sirojuddin mengatakan dari 254 peserta yang mengikuti kegiatan lomba kaligrafi MTQ Nasional ke-27 hanya 24 peserta yang masuk lolos ke babak final.

Nantinya, peserta yang terpilih dari dewan hakim, yakni tiga orang putri dan tiga orang putra akan mengikuti babak final dan nantinya para juara akan diumumkan pada saat penutupan MTQ Nasional tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *