Korsel Siap Investasi Rp1,5 Triliun Ubah Sampah Jadi listrik di Aceh

ilustrasi pembangkit listrik.
VIVA – Dalam beberapa bulan terakhir, beberapa perusahaan telah menyatakan tertarik untuk berinvestasi di bidang waste energy atau pengolahan sampah menjadi energi di Banda Aceh. 

Terbaru, PT Indah Baru Utama Energy (IBUE) yang berafiliasi dengan Hankook Bio Plant (HB & P) Co Ltd, yang merupakan perusahaan asal Korea Selatan juga menyatakan ketertarikan.

Direktur PT IBUE Lutfi Mulyana mengatakan teknologi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) yang ditawarkan pihaknya telah diterapkan di beberapa kota dan lokasi strategis di Korsel.

Menurutnya, jika itu bisa direalisasikan di Banda Aceh, akan menjadi percontohan bagi daerah lainnya di Indonesia. Apalagi pihaknya siap mengucurkan investasi sebesar Rp1,5 triliun untuk membangun PLTSa berkapasitas 11,8 megawatt.

“Teknologi dan dananya kami siap,” kata Lutfi saat melakukan pertemuan dengan Pemerintah Kota Banda Aceh di aula setempat, Kamis 11 Oktober 2018.

Lutfi memastikan, pembiayaan proyek ini secara penuh ditanggung oleh pihaknya. Dalam skema kerja samanya nanti, Pemko Banda Aceh juga akan mendapatkan income. “Kami hanya perlu lahan seluas 15 hektare,” ujar dia.

Selain mesin pembangkit juga akan dibangun ruang terbuka yang terintegrasi dengan sistem pengolahan limbah yang ramah lingkungan. Pihaknya juga memastikan kandungan lokal 70 persen dalam proyek ini, termasuk tenaga kerjanya yang akan di-training terlebih dahulu.

“Para pemulung yang ada di sekitar lokasi juga akan kami rekrut,” sebut Lutfi.

Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman menyambut baik tawaran PT IBUE yang disokong investor Korsel. Dia berharap proyek dimaksud dapat segera dimulai pengerjaannya. 

“Ini memang cita-cita kami untuk menghilangkan tumpukan sampah yang sudah menggunung di TPA Gampong Jawa dan mengubahnya menjadi energi listrik yang tentunya akan sangat bermanfaat bagi masyarakat,” kata Aminullah.

Sebelumnya sudah ada beberapa investor yang menyatakan minat yang sama namun hingga kini belum ada tindak lanjutnya. Dan jika PT IBUE dan investor dari Korsel ini sudah siap dengan dana dan teknologinya, kata Aminullah, pihaknya siap memfasilitasi keperluan yang dibutuhkan.

Pihaknya juga sudah mensosialisasikan kepada masyarakat terutama yang berdomisili di seputar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) agar tidak alergi terhadap investasi. Apalagi dengan hadirnya investasi ini akan membuka lapangan pekerjaan.

Chairman HB & P, Hee Sung Rue akan segera bergerak karena pemkot setempat sudah memberi sinyal terhadap tawaran mereka. 

“Dalam waktu yang tidak lama, komitmen ini akan kami tuangkan dalam MoU, MoA, dan kontrak kerja,” katanya. (ren)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *