Murahnya Harga Mercedes-Benz Kalau Jadi Armada Taksi

Mercedes-Benz E200 Kompressor bekas taksi Blue Bird. Ilustrasi.
VIVA – Untuk memanjakan konsumen kelas atas, beberapa perusahaan taksi menggunakan mobil premium sebagai armadanya. Seperti halnya Blue Bird yang mengadopsi jajaran sedan Mercedes-Benz sejak beberapa tahun lalu.

Deputy Director Marketing Communication PT Mercedes-Benz Distribution Indonesia, Hari Arifianto mengatakan, saat ini unit yang digunakan Blue Bird berupa model C-Class dan E-Class. Mereka mendapat unit itu dengan harga lebih murah ketimbang konsumen reguler.

“Harganya khusus, karena pakai nama perusahaan, jadi dapat potongan pajak dari pemerintah. Tidak seperti pemilik kendaraan pribadi, dan taksi memang angkutan umum,” ujarnya kepada VIVA di Jakarta.

Soal seberapa besar potongan harga yang diberikan, dia mengaku tak tahu. Namun yang jelas, katanya, jelas lebih murah. Pembelian unit pun dilakukan berkesinambungan, karena Blue Bird selalu mengganti unit tiap beberapa tahun sekali.

“Untuk kelas premium yang tidak memakai mahkota di atap mobilnya itu biasanya tiga tahun sekali ganti, kalau yang pakai mahkota per lima tahun. Jadi pergantiannya bertahap, 100 unit tahun ini, lalu tahun depannya lagi 100 unit,” tuturnya.

“Kendaraan fleet biasanya butuh pergantian, kalau mereka ganti lima tahun berarti lebih ekonomis secara biaya. Karena kendaraan Mercedes menjamin parts dan service selama lima tahun,” tuturnya.

Saat disinggung, apakah sudah ada rencana perusahaan taksi berlogo burung tersebut akan memboyong serie lain dari Mercedes-Benz, dia mengaku tidak tahu. “Biasanya tergantung pesanan pelanggan, dan akan dicocokan marketnya.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *