Tips Agar Paket Makanan dan Barang Pecah Belah Aman Sampai Tujuan

Ilustrasi paket.
VIVA – Di zaman serba canggih, segala aktivitas semakin mudah. Termasuk saat harus buru-buru mengirim barang. Semua lebih mudah, dengan memanfaatkan jasa pengiriman barang.

Namun meski mudah, seringkali banyak orang memiliki pengalaman tak mengenakan saat mengirimkan barang melalui jasa pengiriman. Seperti kardus yang dikirim rusak dan barang yang berada di dalam kardus pecah dan tumpah. Jika hal ini pernah Anda alami, mulai saat ini, Anda harus jeli mengemas paket agar aman dan terhindar dari kerusakan.

Vice President Marketing PT. Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE), Eri Palgunadi memberikan beberapa tips agar paket yang akan dikirimkan aman sampai di tempat tujuan.

“Kalau barang yang sering kita tangani, online seller itu kan barang fesyen, lalu crafting dan makanan. Nah, kita yang paling enggak bermasalah itu fesyen. Dan yang paling sering bermasalah itu makanan,” kata Eri saat berbincang dengan VIVA di kawasan Senayan, Jakarta.

Eri pun memberikan tips, jika barang yang akan dikirim berupa barang pecah belah atau makanan, akan lebih baik dikemas dalam kotak kayu.

“Tips paket makanan itu sama seperti barang-barang yang pecah belah. Enggak ada cara lain, kalau itu dimensinya sudah cukup besar itu sudah harus pakai packing kayu, no matter what, itu harus packing kayu.”

Misalnya barangnya memiliki ukuran seperti CPU komputer, jadi setelah outer box-nya yang kardus, harus tetap dilapisi lagi dengan boks atau packing kayu.

“Ini, biar terjaga,” sambungnya.

Eri menyebutkan, masih banyak paket berisi makanan yang rusak.

“Tapi kalau makanan dan crafting paling sering terulang, mereka mengira, kalau crafting dicampur dengan crafting yang lain lebih dari 2-4 objek, dimasukkan dalam kardus, itu akan aman, ternyata tidak, itu akan terkocok dan beradu,” katanya.

Untuk itu Eri menyarankan beberapa cara aman untuk melindungi paket makanan.

“Membungkus barang tersebut dengan bubble pack, baru dimasukkan. Itu kalau ada beberapa barang, harus dibungkus setiap unitnya. Tapi kalau satu barang harus pakai packing kayu. Ada juga yang banyak kesalahan seluruh makanan masuk kardus, dan kardusnya yang di-packing, itu salah sekali,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *