Detik-detik Menegangkan Saat Banjir Bandang Terjang Sumbar

Banjir bandang di Sumatera Barat.
VIVA – Asril, salah satu warga Nagari Tanjung Bonai, Kecamatan Lintau Buo Utara, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, berhasil selamat dari amukan banjir bandang Kamis malam, 11 Oktober 2018.

Banjir bandang di daerah itu menyebabkan satu keluarga yang merupakan ibu dan dua anaknya tewas, satu hilang dan delapan warga lainnya mengalami luka-luka.

Dia lantas menceritakan detik-detik menegangkan terjadinya musibah tersebut. “Saat kejadian, orangtua kami sedang salat di dalam kamar. Begitu cepatnya kejadian. Terdengar bunyi dentuman kayu besar dan jeritan orang dari belakang,” ujar Asril, Jumat, 12 Oktober 2018. 

Dia melanjutkan, “Pada hitungan detik. Orangtua kami berpegang pada pintu. Sementara ayah mertua saya terbawa arus yang begitu besar hingga terseret sekitar 300 meter. Tapi, alhamdulillah, mereka semua selamat.”

Saat ini, ayah Asril sudah dirawat di Puskesmas terdekat. Sementara keluarga yang lain ikut membersihkan sisa material bersama dengan tim SAR gabungan. 

Peristiwa datangnya banjir bandang dalam hitungan detik itu membuat Asril trauma. Dia  merasa takut, jika akan ada banjir bandang susulan, apalagi mengingat kondisi cuaca saat ini masih buruk. Ditambah lagi, material lumpur yang terbawa masih labil.

Asril berharap, pemerintah setempat cepat melakukan tanggap darurat dan mencari solusi, agar kejadian serupa tidak berulang kembali. Warga juga mengharapkan adanya bantuan berupa logistik maupun dalam bentuk lainnya, untuk merenovasi rumah yang rusak berat dihantam banjir bandang.

Diketahui, akibat curah hujan tinggi sejak dua hari ini, 11 dari 19 Kabupaten dan Kota di Sumatera Barat yakni, Kabupaten Pasaman, Pasaman Barat, Pesisir Selatan, Agam, Tanah Datar, Sawahlunto, Padang Pariaman, Mentawai, Solok Sijunjung dihantam banjir dan longsor. 

Hingga kini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sumatera Barat masih melakukan pendataan total kerugian dan korban jiwa yang timbul akibat musibah ini. Tim Rescue juga masih berupaya mencari satu warga yang hilang akibat banjir bandang. (mus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *