Manajer Sriwijaya FC Ungkap Cara ‘Kasar’ PSSI dalam Panggil Pemain

Manajer Sriwijaya FC, Ucok Hidayat
VIVA – Manajer Sriwijaya FC, Ucok Hidayat, buka suara terkait cara PSSI memanggil para pemainnya untuk membela Timnas Indonesia. Ucok mengungkapkan, caranya dengan menggunakan paksaan.

Seperti diketahui, ada lima pemain Sriwijaya yang dipanggil membela Timnas di segala usia. Dua di Timnas U-19, dan tiga di Timnas senior.

Satu pemain, Esteban Vizcarra, sudah dipulangkan. Namun, diungkapkan Ucok, PSSI malah ingin mengambil dua pemain lagi dari timnya, salah satunya Marckho Sandy Merauje.

Ucok mengaku sebenarnya tak ada masalah dengan pemanggilan pemainnya. Hanya saja, dengan mekanisme yang benar.

Dicontohkan Ucok, seperti saat PSSI memanggil Beto. Dia mengklaim jika Beto langsung ditelpon untuk datang, bukan mengajukan surat terlebih dulu ke klub.

“Mereka (PSSI) langsung telepon, 'Hey, datang!' Kalau pemain sudah datang, baru suratnya muncul,” kata Ucok.

“Mereka (PSSI) tidak mengancam ke kita, tapi ke pemain. Beto diancam. 'Kalau kamu umpamanya bermain hari ini'. Pemain kan takut, apalagi naturalisasi,” jelasnya.

Ucok juga mengungkapkan PSSI tak punya andil dalam naturalisasi Beto dan Vizcarra.

“Jangan samakan (Stefano) Lilipaly dan (Ilija) Spasojevic. Mereka dibiayai oleh negara, oleh PSSI. Kalo (naturalisasi) Beto dan Vizcarra, PSSI tak tahu. Setelah jadi, baru, diakui ini orang kita,” tutur dia.

Lebih lanjut, Ucok juga menyindir PSSI dengan tak akan mengajukan protes terkait perlakuan federasi tertinggi sepakbola Indonesia itu pada pemainnya.

“Kalau orang berkuasa, tidak dapat diprotes. Kami menghadapi yang tidak jelas. PSSI selalu membawa rules, kalau seandainya dipanggil Timnas, itu FIFA. Jadi tidak boleh ditolak. Rules FIFA itu. Seumpama sedang ada Timnas, tidak boleh ada kompetisi (berjalan),” ucap Ucok. (ren)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *