Jargon ‘Make Indonesia Great Again’ Dikritik, Sandiaga: Jangan Baperan

Calon wakil presiden Sandiaga Uno
VIVA – Calon Wakil Presiden Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, saat ini Tim Pemenangan Prabowo-Sandi sedang menguji slogan “Make Indonesia Great Again” sebagai tagline kampanye mereka. Sebab sejak didengungkan oleh Prabowo beberapa hari lalu, slogan tersebut menuai berbagai respons dari masyarakat.

“Ini lagi kita uji, kita kaji. Disampaikan dan begitu mendapat respons beragam. Tentunya ada beberapa yang unexcited. Memang kita pernah merasakan kejayaan Indonesia. Indonesia itu pernah great, zaman Sriwijaya, Majapahit, waktu kita tumbuh di atas 5-7 persen jadi rajanya ekspor, migas kuat, swasembada pangan, energi kita berdaulat. Ini banyak yang merindukan hal tersebut. Saya rasa ini akan dikaji,” kata Sandiaga usai menerima deklarasi dukungan Guru Ngaji se-Jakarta, di HOS Cokroaminoto, Jakarta, Sabtu malam, 13 Oktober 2018

Sandiaga mengatakan, meskipun mirip dengan yang dikatakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat kampanye yakni “Make America Great Again” namun Sandi mengatakan, yang terpenting adalah maksud dari slogan tersebut.

“Bahasa Indonesianya kan meraih kejayaan Indonesia kembali. Nah itu kita rindu bangsa yang kuat, jaya dan ini diskursus yang sehat. Bangsa yang kuat, bangsa yang jaya, harus dibenahi diperbaiki ekonominya,” ujarnya.

Sandi melanjutkan, Indonesia tidak harus alergi belajar dari mana pun, termasuk dari Amerika. Selama slogan tersebut tidak menyalahi Pancasila, UUD 1945, atau pun aturan dan ketentuan yang ada di Indonesia.

“Kita kan pengen jadi negara kuat, bangsa yang bermartabat. Sebuah tagline itu membangkitkan semangat kita. Dan itu untuk menyemangati kita. Mari gunakan Pilpres 2019 ini sebagai penyemangat kita bukan pemecah belah kita,” ujarnya

Kalimat “Make Indonesia Great Again” menurut Sandi sebuah kalimat yang umum. Dia meminta jangan justru dipermasalahkan kalimat tersebut milik siapa atau dari figur negara mana. Maksud Prabowo mendengungkan kalimat tersebut adalah karena ingin Indonesia menjadi kuat kembali. 

“Karena yang pak Prabowo sampaikan sistem ekonomi ini bukan hanya empat tahun ini tapi bertahun-tahun sebelumnya harus kita perbaiki. Jadi jangan baperan. Ini bukan menyasar salah satu elite tapi autokritik pada kita semua. Kita dengar harapan rakyat, kita ingin Indonesia jaya kembali,” ujarnya.  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *