Jonatan Christie Kok Melempem, Kebanyakan Acara?

Jonatan Christie Raih Emas di Tunggal Putra Badminton Asian Games
VIVA – Performa Jonatan Christie belakangan menjadi sorotan. Usai menyabet medali emas Asian Games 2018, Jojo tak kunjung menunjukkan performa terbaiknya.

Kondisi berbeda justru dialami oleh kompatriot Jojo, Anthony Sinisuka Ginting. Performa Ginting justru lebih stabil ketimbang Jojo.

Dalam empat turnamen terakhir, Jojo selalu kesulitan bersaing. Paling parah, performa Jojo di Jepang Terbuka. Di turnamen ini, Jojo tumbang di babak pertama oleh wakil India, Prannoy HS, 18-21 17-21. Padahal, peringkat Prannoy di bawah Jojo.

Sementara, Ginting sempat juara di Korea Terbuka 2018. Meski pada akhirnya kesulitan bersaing di beberapa turnamen, itu didasari fakta bahwa Ginting kerap jumpa unggulan pada babak-babak awal.

“Mungkin, yang saya lihat adalah soal kualitas latihan Jojo dengan Ginting. Ada perbedaan di sana. Yah, bisa dibilang, Jojo kebanyakan acara. Tapi, tidak apa-apa. Ini sebuah refleksi baginya,”  kata legenda bulutangkis Indonesia, Christian Hadinata, saat ditemui di Kudus, Sabtu 20 Oktober 2018.

“Usianya masih muda, perlu waktu untuk mematangkan diri. Pun dengan Ginting. Pada dasarnya, kita harus optimis dengan Jojo, Ginting, Firman Abdul Cholik, yang bisa dijadikan harapan di tunggal putra,” lanjutnya.

Kabid Binpres Pengurus Besar Persatuan Bulutangkis Indonesia, Susi Susanti, pun mengakui ada penurunan performa yang dialami Jojo. Susi tak menampik, jika Ginting lebih stabil.

Susi menyatakan saat ini apa yang dialami Jojo sangat wajar karena Jojo masih berada dalam tahap berkembang. Ada pun inkonsistensi performa yang muncul, disebut Susi, sebagai proses pembentukannya.

“Proyeksi kami adalah Olimpiade 2020. Di sanalah kami berharap Jojo maupun Ginting jadi garda terdepan di sektor tunggal putra,” ujar Susi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *