Produk Skincare Berpartikel Emas Tak Selalu Bisa Atasi Penuaan

ilustrasi Krim wajah
VIVA – Polusi dan gaya hidup yang buruk merupakan salah satu dari banyak hal yang mampu memicu penuaan kulit. Beragam produk kecantikan menjanjikan perawatan kulit yang memberikan efek anti-penuaan.

Belakangan, yang cukup digandrungi adalah penambahan bubuk berkadar emas dalam produk-produk kecantikan. Penambahan komponen emas ini diyakini mampu menunda penuaan.

Emas yang dimaksud di sini adalah bukan emas batangan atau yang sering digunakan sebagai akseseori. Laman beutylife menulis bahwa emas yang digunakan dalam produk-produk kecantikan adalah partikel emas yang larut air dan mampu diserap tubuh, jadi tidak berbahaya. Berbeda halnya dengan efek partikel merkuri yang merusak jaringan kulit bahkan memicu kanker.

Namun, seberapa efektif penggunaan partikel emas ini untuk mengatasi anti-aging? Spesialis Kulit dr. Grace Waworuntu SpKK mengatakan efektivitas partikel emas ini ternyata bergantung pada tingkat keparahan masalah kulit.

“Efektivitasnya bergantung tingkat keparahan aging kulit masing-masing orang. Tentunya semua produk anti-aging sifatnya membantu mengurangi tanda penuaan. Apalagi bila dikombinasi dengan anti-aging lainnya, ditambah dengan lifestyle yang menunjang dan kebiasaan melakukan treatment yang meningkatkan simulasi kolagen baru,” kata Grace kepada VIVA di Jakarta.

Selain penggunaaan produk skincare berbahan dasar emas, Grace menyebut ada cara lain untuk mengurangi tanda penuaan.

“Penggunaan krim, serum ataupun agen topikal lainnya hanya salah satu cara untuk mencegah penuaan dini. Gaya hidup sangat berperan penting dalam proses penuaan.”  

Namun secara rinsip ada dua cara mencegahannya. “Baik dari dalam seperti gaya hidup sehat seperti olahraga rutin, makan-makanan tinggi serat, lalu tidur cukup, tidak merokok dan paling penting tidak stres yang berlebih,” katanya.

Yang kedua lanjutnya, perawatan rutin juga mampu meningkatkan vitalitas kulit. Caranya dengan treatment rutin setidaknya dua minggu sekali, baik itu dengan chemical peeling untuk mengangkat sel kulit mati dan laser ataupun teknologi berbasis cahaya lainnya untuk merangsang pembentukan kolagen yang baru.(zo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *