Apa yang Terjadi Jika Bumi Berputar ke Arah Berlawanan?

Ilustrasi Bumi dan Bulan.
VIVA – Selama miliaran tahun, Bumi diyakini memiliki arah rotasi yang sama dengan matahari, barat ke timur. Sebab itulah kita menyaksikan matahari terbit dari timur dan terbenam di barat, setiap hari. Namun, apakah yang akan terjadi jika putaran Bumi mengarah sebaliknya?

Untuk menjawab pertanyaan itu, ilmuwan di Uni Geosciences Eropa pada Majelis Umum 2018 di Austria mencoba melakukan simulasi komputer. Praktik itu mereka langsungkan pada April lalu.

Dalam laman Live Science dijelaskan, berdasarkan simulasi tersebut, jika Bumi berotasi ke arah yang berlawanan, maka Amerika Utara akan diselimuti oleh gurun. Lalu Amerika Selatan yang memiliki hutan hujan Amazon, akan tergantikan oleh gundukan pasir kering. Sedangkan di daratan Afrika hingga Timur Tengah, akan tersaji pemandangan dengan tumbuhan-tumbuhan hijau yang subur.  

Simulasi tersebut juga tak hanya menunjukkan gurun yang akan menghilang di sebagian benua dan muncul di tempat lain, musim dingin yang membeku akan pula melanda Eropa Barat.

Selama orbit Bumi sepanjang tahun mengitari matahari, planet kita menyelesaikan rotasi penuh pada sumbunya, setiap 24 jam, berputar dengan kecepatan sekitar 1.040 mph (1.670 km/jam) yang diukur pada khatulistiwa.

Arah rotasi Bumi yang normal disebut prograde, atau barat ke timur, yang berlawanan dengan jarum jam ketika dilihat dari atas Kutub Utara. Dan, itu umum untuk semua planet di tata surya kita kecuali Venus dan Uranus, menurut NASA.

Jika Bumi berputar ke arah sebaliknya, maka itu disebut retrograde. Para ilmuwan menggunakan Model Sistem Bumi Max Planck untuk membalikkan jalur rotasi matahari, yang artinya juga membalik rotasi Bumi, sekaligus membalikkan efek Coriolis.

Efek Coriolis adalah kekuatan tak terlihat yang mendorong benda-benda yang bergerak di atas permukaan planet yang berputar.

Setelah perubahan itu terjadi, dan model simulasi menunjukkan Bumi berputar ke arah yang berlawanan, para peneliti mengamati perubahan yang muncul dalam sistem iklim selama beberapa ribu tahun.

Secara keseluruhan, para peneliti menemukan bahwa Bumi yang berputar ke belakang adalah Bumi yang lebih hijau. Cakupan gurun global menyusut dari sekitar 16 juta mil persegi menjadi sekitar 12 juta mil persegi.

Rumput tumbuh lebih dari setengah daerah padang pasir sebelumnya, dan tanaman kayu muncul untuk menutupi setengah lainnya. Vegetasi dunia ini menyimpan lebih banyak karbon daripada Bumi yang berputar ke depan, demikian menurut penemuan peneliti.

Gurun juga muncul di tempat yang sebelumnya tidak pernah ditemukan, yaitu di bagian tenggara AS, Brasil Selatan dan Argentina, dan Cina bagian utara.

Perubahan rotasi juga membalik pola angin global, membawa perubahan suhu ke subtropis dan garis tengah. Lalu benua di zona barat akan mendingin karena batas timur menghangat. Musim dingin menjadi lebih dingin secara signifikan di laut Eropa Barat. Arus laut juga mengubah arah, menghangatkan batas timur laut dan mendinginkan wilayah barat Bumi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *