Nyanyian Politik Ahmad Dhani

Ahmad Dhani.
VIVA – Ahmad Dhani tak pernah sepi kontroversi, sejak jadi musisi bahkan kini politisi. Belakangan, Dhani kerap menghiasi berita-berita utama, bukan karena karier musiknya, melainkan status tersangka yang tersemat untuknya.

Setelah terlibat kasus dugaan penghinaan presiden saat orasi pada November 2016 dan ditetapkan sebagai tersangka di Bulan Desember tahun yang sama, Ahmad Dhani kembali dijerat hukum karena dugaan ujaran kebencian terkait cuit Twitter soal penista agama pada Maret 2017. Dhani menjadi tersangka pada November 2017 dan sidangnya masih terus bergulir hingga saat ini.

Belum tuntas masalah tersebut, Ahmad Dhani lagi-lagi jadi tersangka atas kasus pencemaran nama baik, gara-gara kata 'idiot' yang diucapkannya dalam vlog viral dan kontroversial pada Agustus 2018 lalu. Kata-kata Dhani dianggap menyinggung salah satu unsur massa pengunjuk rasa yang menolak deklarasi #2019GantiPredisen di Surabaya di mana mantan suami Maia Estianty itu hadir.

Dhani pun kerap harus meladeni komentar miring publik soal isu bangkrut dan absennya dari panggung musik. Pentolan Dewa 19 ini akhirnya angkat bicara. Dia membenarkan, fokus ke dunia politik membuatnya tak lagi bisa fokus ke industri musik yang membesarkan namanya itu.

Ahmad Dhani dan musiknya

Ahmad Dhani saat latihan reuni Dewa 19

Sebagai musisi, Dhani adalah sosok kreatif yang karyanya selalu jadi megahit. Di tangan Dhani, lagu-lagu populer Indonesia lahir. Pria kelahiran Surabaya, 26 Mei 1972 ini juga merupakan produser musik andal yang membesut penyanyi dan grup musik besar Tanah Air. Sebut saja ada Dewa 19, The Rock, T.R.I.A.D, MahaDewa, The Virgin, Lucky Laki, dan lain sebagainya.

Lagu-lagu yang dibawakan Dewa 19, misalnya, seolah tak pernah usang dimakan zaman. Album Dewa 19 tercatat sebagai album terlaris pada 1993, di tahun debutnya. Kangen, Kita Tidak Sedang Bercinta Lagi adalah beberapa lagu yang begitu sukses dari album pertama mereka.

Berbagai penghargaan di bidang musik kerap diboyong pria yang kini berkepala plontos itu. Beberapa di antaranya adalah Pendatang Baru Terbaik BASF Awards 1992 lewat album Dewa 19, Album Rock Terlaris BASF Awards 1996, Penjualan 1,5 juta kopi album Bintang Lima, Lagu Terbaik di Anugerah Musik Indonesia pada tahun 1996, Penata Musik Terbaik AMI Sharp Awards 2001, dan sebagainya. 

Meski sebagai musisi, Dhani sudah sering menuai kontroversi. Beberapa kasus panasnya antara lain ketika logo baru Dewa berbentuk bintang enam disebut serupa dengan lafaz Allah, diprotes Front Pembela Islam (FPI) kala itu. Ada juga kasus pelaporan Roy Suryo karena Dhani diduga menghina bendera Merah Putih di video klip Dewa 19.

Dhani bahkan kerap juga jadi pemberitaan karena urusan kehidupan pribadinya. Biduk rumah tangga dengan Maia Estianty yang sudah dinikahinya sejak 1994 kandas di tahun 2008. Dhani menyebut Maia terlalu sibuk dan menelantarkan ketiga anak mereka, Al, El, dan Dul.

Usai bercerai, Dhani kerap melontarkan pernyataan yang tak kalah bikin ramai, seperti mengaku sudah menikahi empat orang istri dan mendukung poligami. Lagu Dhani yang berjudul Madu Tiga juga sempat diprotes, karena dinilai provokatif dengan menceritakan enaknya berpoligami. Dhani kini diketahui sebagai suami dari Mulan Jameela.

Ahmad Dhani dan dunia politiknya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *