Hunter Killer, Ketika Perang Dunia III Digagalkan

Hunter Killer
VIVA –Bagi para pecinta film action sekaligus thriller, sepertinya film terbaru asal Amerika Serikat yang berjudul Hunter Killer cocok menjadi salah satu film untuk ditonton di akhir pekan.

Film karya sutradara Donovan Marsh dan penulis skenario, Peter Craig ini ternyata diangkat dari novel yang berjudul Firing Point (2012) karya George Wallace dan Don Keith.

VIVA pun berkesempatan mengikuti Press Screening film ini di Plaza Senayan Senin, 22 Oktober 2018, pukul 20.00 WIB, Studio 1. 

Jalan cerita Hunter Killer diawali saat kapten kapal selam Amerika Serikat, Joe Glass tengah menyelidiki hilangnya kapal selam milik Amerika Serikat di perairan laut dalam yang berbatasan dengan negara Rusia. Setelah diselidiki ternyata ia menemukan bangkai kapal sekaligus para jasad yang merupakan angkatan laut Amerika di dasar laut tersebut. Menurut bukti-bukti yang ditemukan ternyata kapal selam milik Amerika Serikat itu tenggelam akibat serangan dari torpedo yang ternyata milik musuh (Rusia).

Joe Glass dan timnya pun kecewa saat mengetahui fakta tenggelamnya kapal selam milik negaranya tersebut. Joe Glass dan timnya memutuskan untuk mencari tahu alasan dibalik penyerangan Rusia terhadap kapal selam milik Amerika Serikat, saat tengah menyusuri laut dalam, ia dan timnya mendapatkan sederet fakta baru yang mencengangkan, yaitu Rusia tengah terjadi kudeta oleh salah satu Jendral tertinggi di negaranya dan Presiden Rusia juga berada dalam ancaman.

Saat mengetahui Rusia dalam keadaan pelik karena terjadi kudeta, Joe Glass dan timnya pun mendapat perintah dari Presiden Amerika Serikat untuk menyelamatkan sang Presiden Rusia untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tak diinginkan.

Untuk menyelamatkan Presiden Rusia tentunya kapal selam milik Joe Glass harus memasuki perairan Rusia yang tentunya dijaga ketat oleh sederet pengamanan ketat dengan teknologi tinggi, seperti ranjau atau torpedo berdaya ledak tinggi. Hal itu pun semakin menjadi tantangan bagi Joe dan timnya.

Namun, pada suatu ketika, ia secara tak sengaja bertemu dengan kapten kapal selam dari Rusia yang ia selamatkan dan akhirnya kapten dari Rusia itu menolong tim Angkatan Laut Amerika untuk menembus masuk Rusia dan melewati sederet pengamanan yang berbahaya tersebut.

Perjalanan untuk menyelamatkan Presiden Rusia tentunya tak mudah, sepanjang perjalanan tim angkatan laut dan tim angkatan darat Amerika berusaha melewati sederet gencatan senjata dari musuh.

Tantangan paling terberat ialah saat Joe tak berani membalas pihak musuh dengan ikut melempar senjata ke Rusia. Hal itu dikarenakan takut memicu terjadinya perang dunia ke III dan dikhawatirkan seluruh dunia menganggap bahwa Amerika berniat untuk menculik Presiden Rusia, padahal Amerika berusaha membantu Rusia untuk terhindar dari kudeta.

Sepanjang film, emosi penonton seperti dibawa naik turun sekaligus menegangkan bukan main. Apalagi saat Joe Glass memutuskan untuk mengambil risiko bekerjasama dengan kapten kapal selam Rusia yang ia baru kenal. Layaknya film Hollywood lainnya, film ini tetap menyuguhkan teknologi tinggi. Apalagi film ini 80 persen berlatar di dalam air, tepatnya di kapal selam dan perairan laut dalam.

Hanya saja pada film ini tidak menjelaskan secara mendetail latar belakang dari para tokohnya, seperti sang kapten kapal selam Amerika Serikat dan juga Kapten dari angkatan darat.  Alhasil penonton pun masih dibuat penasaran.

Film ini dibintangi oleh sederet aktor papan atas Hollywood, seperti peraih Piala Oscar 2018 Gary Oldman (Harry Potter), Common (John Wick: Chapter 2), Linda Cardellini (Avengers: Age of Ultron) dan Toby Stephens (Die Another Day). Film ini rencananya tayang pada akhir bulan Oktober 2018 mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *