Pakai InMed, Panggil Dokter ke Rumah Semudah Pesan Ojek Online

Peluncuran aplikasi InMed
VIVA – Seorang dokter di Malang, Gamal Albinsaid membuat aplikasi berbasis android bernama InMed. Aplikasi ini memiliki dua fitur, yaitu MedVisit dan Medtalk. Keduanya berfungsi masing-masing untuk memanggil dokter atau tenaga medis, dan melakukan konsultasi kesehatan.

“Untuk tahap awal dimulai di Kota Malang. Selanjutnya, ke kota-kota lainnya. Dokter yang mendaftar sudah mencapai 1100 orang tapi yang terverifikasi itu kurang lebih 20 persen saja,” kata Gamal di Malang, Selasa, 23 Oktober 2018.

Dengan InMed, pasien tidak perlu pergi ke rumah sakit dan mengantri untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Namun, InMed tidak melayani kasus gawat darurat. 

“Dokternya pun harus ada ijazah dari universitasnya, harus tersertifikasi, dan beberapa persyaratan. Sehingga dengan itu kami memastikan bahwa semua tenaga kesehatan kami kompeten dan mampu memberikan layanan sesuai dengan standar dinas kesehatan,” ujar Gamal.

Gamal menyebut, cara menggunakan InMed cukup mudah, seperti memesan ojek online. Pertama pasien hanya perlu menentukan lokasi. Kedua, memilih tenaga medis yang diperlukan oleh pasien, apakah itu dokter, perawat, bidan, fisioterapis, ahli gizi, atau psikolog.

“Sistem kemudian akan mencarikan tenaga medis yang paling dekat dengan lokasi pasien tinggal. Total biaya panggilan tenaga medis untuk rumah melalui aplikasi MedVisit transparan, pelanggan tidak perlu takut biaya tambahan yang diperlukan untuk aplikasi,” tutur Gamal.

InMed resmi diresmikan pada Selasa, 23 Oktober 2018 oleh Gamal. Ia berharap InMed menjadi alternatif pasien mendapat pelayanan kesehatan.

Selain Medvisit, juta ada Medtalk, fitur bagi pasien untuk berkomunikasi dengan tenaga medis melalui obrolan, panggilan suara, atau panggilan video.

“Pasien dapat mengkonsultasikan tentang masalah atau kesehatan bagi para tenaga medis yang ia pilih. Dua fitur yang ada dalam layanan kesehatan lebih mudah untuk diakses. Kami ingin para pasien untuk mendapatkan layanan kesehatan yang lebih baik dan memuaskan,” kata Gamal.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, Asih Tri Rahmi mengapresiasi aplikasi Inmed. Menurutnya InMed dapat mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Sebab, cara konvensional sering kali mengalami keterlambatan pelayanan.

“Karena kita sering melihat ada keterlambatan pelayanan, antrian, padahal mereka kan sakit. Udah sakit harus antri harus menunggu giliran. Dengan aplikasi ini justru dokter yang mendatangi,” ujar Asih.

Asih menyebut dalam waktu dekat pemerintah Kota Malang akan segera melaporkan kepada Kementerian Kesehatan agar mendapat perhatian khusus oleh pemerintah. Aplikasi InMed akan dijadikan sebagai media percontohan pengembangan pelayanan kesehatan. 

“Kita akan ke Kementerian Kesehatan melaporkan aplikasi ini, tujuannya untuk menunjukkan ada aplikasi baru di Kota Malang. Dibuat untuk suatu formula supaya ini bisa diakomodir pemerintah juga,” tutur Asih. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *